Posted by & filed under Berita Terkini.

Pembukaan tirai batik pada banner Foto Biodiversitas
Indonesia (FOBI) oleh Karyadi Baskoro, pegawai perpustakaan Biologi di
Universitas Diponegoro sekaligus pengelola situs
FOBI
, di Tlogo Putri, Kaliurang, TN Gunung Merapi, Yogyakarta,
Sabtu (22/5), menandai diluncurkannya situs FOBI secara resmi ke
publik.

Sebelumnya, pria yang kerap disapa Kang Bas itu memberikan presentasi
mengenai FOBI di hadapan para peserta diskusi yang berasal dari
berbagai instansi dan komunitas pemerhati biodiversitas, baik dari
Yogyakarta maupun Jawa Tengah.

Pembukaan
banner oleh Kang Bas (kiri) menandai peluncuran secara resmi situs
FOBI. (Foto dok. panitia)

Pada presentasinya Kang Bas menuturkan, ide awal pembuatan situs itu
terlontar dari kalangan pengamat burung yang menginginkan adanya sebuah database foto burung Indonesia. Lontaran
ide tersebut kemudian mendapat banyak tanggapan. “Ada yang
antusias, ada yang menganggap gila, ada yang setengah pesimis,

jelasnya. Namun demikian, semua sepakat kalau ide tersebut sebenarnya
cukup sulit untuk diwujudkan, terutama dalam hal pengelolaan. Kalaupun
ada person yang memiliki kapasitas untuk mengelola, belum tentu dia
punya waktu luang. Sebaliknya pun demikian. Person yang memiliki waktu
luang, belum tentu memiliki kapasitas dalam pengelolaan database.

Seiring berjalannya waktu, obrolan berlanjut pada upaya perwujudan
database foto dengan pembuatan situs yang tidak hanya mewadahi foto
burung, namun seluruh bentuk keragaman hayati Indonesia. Uji coba teknis
dimulai pada Desember 2009 dengan mengusung nama Foto Biodiversitas
Indonesia yang beralamat www.fobi.web.id. Dukungan penuh dari pihak Universitas Diponegoro sangat membantu dan
memberikan kemudahan tersendiri dalam upaya penyempurnaan situs.

Kini, koleksi foto yang ada hampir mencakup
seluruh takson. Per 20 Mei 2010 telah tercatat hampir 3.000 foto
terpampang di situs FOBI, hasil kontribusi 31 dari 79 orang anggota yang
telah mendaftar. Para anggota berasal dari berbagai latar belakang
profesi dan usia serta mewakili seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang
sampai Merauke. Jumlah anggota berikut kontribusi foto diyakini akan
terus bertambah seiring dengan semakin dikenalnya FOBI dan keterlibatan
serta peran serta aktif dari seluruh kalangan masyarakat pemerhati
biodiversitas Indonesia.

Selain mewadahi foto, FOBI dilengkapi ruang untuk menuliskan artikel
terkait biodiversitas Indonesia dan forum-forum diskusi yang dapat menjadi
wadah para anggotanya untuk saling berinteraksi, berbagi dan bertukar
informasi. Kang Bas berharap agar kehadiran FOBI dapat memberi manfaat
bagi ilmu pengetahuan dan bangsa Indonesia. “Supaya bangsa kita bisa
sama-sama pintar, kekayaan alam kita bisa dipahami oleh bangsa kita
sendiri, tidak hanya oleh bangsa lain seperti halnya selama ini
,”
ungkapnya.

Ekspo dan Lomba Foto

Suasana keramaian ekspo di area wisata Tlogo Putri, Kaliurang, TN   Gunung Merapi, Yogyakarta. (Foto dok. panitia)

Acara peluncuran situs FOBI juga dimeriahkan oleh ekspo dan lomba
foto bertema biodiversitas. Ekspo berlangsung di seputaran kawasan
wisata Tlogo Putri dan dimeriahkan oleh stan-stan milik beberapa
kelompok biodiversitas yang ada di Yogyakarta. Dari kelompok pengamat
burung diwakili oleh Bionic Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri
Yogyakarta, Kelompok Studi Satwa Liar FKH UGM dan KP3Burung Fakultas
Kehutanan UGM. Ketiga kelompok tersebut tergabung dalam wadah Paguyuban
Pengamat Burung Jogja (PPBJ). Dari kelompok pemerhati yang lain hadir
kelompok pecinta alam Matalabiogama, Kelompok Studi Herpetologi dan
Kelompok Studi Kelautan dari Fakultas Biologi UGM, serta kelompok studi
Biospeleologi Student Groupen yang merupakan yang lingkup perhatiannya
pada biota gua (Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta).

Dalam lomba foto, karya berjudul “Hijau Muda” milik Doni Ansari,
mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2008, berhasil meraih juara I,
sementara Juara II dan III berhasil diraih oleh K. Aji Nugroho Dwi P.,
mahasiswa asal Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta dengan karya
berjudul “Glowing Putik” dan “Kamuflase”.

Rangkaian kegiatan yang didukung oleh Yayasan Kutilang Indonesia,
Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Vito Café, Comet digital camera
equipment dan National Geographic Indonesia beserta situs Fotokita.net
tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan International Day for Biological Diversity atau Hari Internasional untuk Biodiversitas. Terkait
itu, panitia mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dan mengungkapkan bahwa hal tersebut menunjukkan sebentuk
kepedulian dan rasa cinta, serta wujud nyata bagi upaya pelestarian
biodiversitas Indonesia oleh semua pihak.

sumber : fobi.web.id