Posted by & filed under Berita Terkini.

Ini merupakan penghargaan kedua bagi Ali Khumaeni, peneliti laser plasma spectroscopy


VIVAnews – Seorang mahasiswa Indonesia berhasil
menerima penghargaan tingkat internasional bidang aplikasi Laser Plasma
Spectroscopy atau Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) di Amerika
Serikat (AS). Dia adalah Ali Khumaeni.

Konsulat Jenderal
Republik Indonesia (KJRI) di Osaka mengungkapkan bahwa peneliti asal
Kendal berusia 27 tahun itu merupakan mahasiswa program master dari
Universitas Fukui, Jepang. Makalah Khumaeni dianggap sebagai yang
terbaik untuk kategori mahasiswa pasca sarjana di “6th International
Conference on LIBS” di kota Memphis, Tennessee, AS, pada 13-17 September
2010.

“Konferensi Internasional LIBS merupakan konferensi
terbesar bidang laser plasma spektroskopi yang diselenggarakan setiap
dua tahun sekali,” demikian siaran pers dari KJRI Osaka. Dalam
konferensi tersebut, ratusan mahasiswa paskasarjana, para ahli LIBS,
profesor, dan perusahaan yang bergerak di bidang optik, laser, dan imaging hadir untuk menyampaikan gagasan, ide dan perkembangan serta kemajuan hasil riset terkini bidang LIBS.

Makalah Khumaeni berjudul “Direct
Analysis of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2
Laser-Induced Metal-Assisted Gas Plasma at 1 atm by Introducing the
Powder Particles into the Plasma
.” Artikel itu dinilai para juri dan ahli LIBS sebagai makalah dengan orisinalitas terbaik kedua.

Menurut Khumaeni, makalah tersebut juga akan dimuat di Jurnal Internasional Analytical and Bioanalytical Chemistry. “Ini adalah kali kedua setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan sebagai Young Scientist Award dari International conference on laser probing di
Nagoya, Jepang, pada Oktober 2008,” kata Khumaeni. “Saya sangat
bersyukur hasil riset di lab mendapat pengakuan internasional.” 

Selain di LIBS, Khumaeni telah banyak menulis di beberapa jurnal internasional tentang applied spectroscopy, fisika terapan, dan pendidikan fisika. 

Bidang LIBS saat ini berkembang sangat pesat di Amerika dan Eropa. Di
Asia, bidang ini mulai menarik perhatian para ilmuwan dari Jepang,
Korea, China, dan Hong Kong. LIBS kini menjadi teknologi alternatif masa
depan untuk analisis material semua fase baik padat, cair, maupun gas.

Menurut
Khumaeni, LIBS mulai diaplikasikan sebagai metode analisis atom dan
molekul dalam material di semua bidang termasuk pembangkit tenaga nuklir
dan industri nuklir, polusi lingkungan, industri makanan, industri
obat-obatan (farmasi dan kedokteran), pertanian dan perkebunan,
arkeologi, thin film, forensik, safety and security, luar angkasa, dan lain-lain. (kd)

• VIVAnews