Posted by & filed under Berita Terkini.

Semarang.Undip.ac.id. Baru-baru ini Undip bersama Kementerian Lingkungan
Hidup selenggarakan Simposium Nasional Penelitian Perubahan Iklim, di Hotel
Gumaya, Rabu, 26/7. Kegiatan simposium ini merupakan seri simposium perubahan
iklim yang di gagas oleh KLH beserta intansi-instansi terkait sebagai Upaya
merespon perubahan iklim yang akan memberikan dapak parah bagi Indonesia.

Simposium ini dihadiri
oleh sekitar 200 Undangan yang terdiri dari, KLH, BLH, ESDM, LSM, instansi
terkait, mahasiswa pecinta lingkungan serta Peneliti Undip sebanyak 120 orang,
dimana 6 orang dari Peneliti Undip menjadi pembicara kunci pada 2 Topik Utama yaitu
Strategi adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim. Ditampilkan pula 15 poster
hasil dari Peneliti Undip selama Simposium tersebut.

Ketua penyelenggara
simposium Dr. Ocky Karna Radjasa yang pada waktu itu berhalangan hadir
mewakilkan Dr. Tri Retnaningsih S, MappSc menyampaikan bahwa,”Universitas
Diponegoro sebagai universitas riset yang memiliki Pola Ilmiah Pokok (PIP)
Coastal Zone Eco-Development juga memiliki tanggungjawab untuk ikut memikirkan
dampak-dampak, strategi dan mitigasi perubahan iklim. Simposium ini merupakan
bentuk diseminasi dari penelitian-penelitian yang berkaitan dengan perubahan
iklim yang dilakukan oleh staf dan peneliti Undip”.

Rektor Universitas
Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi MES, PhD pun menyambut baik acara simposium
tersebut dalam sambutannya Prof. Dharto menyampaikan bahwa “Forum ini sangat
bermanfaat dari berbagai segi, Bagi Perguruan Tinggi seperti Universitas
Diponegoro akan menjadi kanalisasi bagi para dosen untuk mendialogkan hasil
penelitiannya baik dengan sesama peneliti maupun praktisi dan pengambil
keputusan. Peneliti tidak berakhir ketika hasilnya sudah dijilid dalam bentuk
buku, tetapi hasil penelitian itu didiskusikan di berbagai forum dan bahkan
dipublikasikan”.

Acara simposium yang
terbagi dalam 2 sesi ini mengahadirkan 3 Peneliti Energi dan Lingkungan dari
UNDIP disetiap sesinya. Sesi pertama dengan tema Adaptasi Perubahan Iklim
tampil Dr. Tri Retnaningsih S, MappSc dengan kajian perubahan ekosistem danau
Rawapening menggunakan Diatom sebagai Bioindikator, Budi Warsito, MSi
memaparkan konstruksi permodelan neural network untuk Prediksi Curah Hujan
dengan beberapa Model dan Dr. Hadiyanto, ST. MSc menyampaikan materi mengenai
Palm Oil Effluent (POME) Valorization using Microalgae : Waste to Energy and
Food, dimana ketiga pembicara di moderatori oleh Dr. Munasik, MSc

Pada sesi kedua dengan
tema Mitigasi Perubahan Iklim dimoderator Prof. Norma Afiati, PhD, menampilkan
3 Peneliti yaitu Prof. Dr. Johannes Hutabarat, MSc yang mengangkat penelitian
mengenai Strategi adaptasi dan Mitigasi bencana pesisir akibat perubahan iklim
terhadap pesisir dan pulau-pulau kecil, Dr. Diah Permata Wijayanti, MSc
mengkaji konektivitas genetik antara terumbu karang sebagai dasar perencanaan
kawasan restorasi karang dalam menghadapi global warming, serta Sumardi, MT
memaparkan tentang Perancangan Prototype Manajemen dan Pengendali Lampu Ruang
Kuliah untuk Menghemat Pemakaian Daya Listrik.

Sebagai penutup
symposium, deklarasi pembentukan Forum Perubahan Iklim untuk wilayah JawaTengah
dilakukan oleh wakil-wakil dari KLH, Kementrian Keuangan dan..(lupaaa) yang
tergabung dalam IPCC (Integovermental panel on climate change)  Indonesia
yang dipelopori oleh Ir.Luluk Sumiarso. Ir. Muh. Yusuf dari Undip ditunjuk
sebagai ketua Forum Perubahan Iklim Jawa Tengah. IPCC Indonesia juga menawarkan
sejumlah hibah penelitian khususnya penelitian yang berkaitan dengan isu-isu
perubahan iklim.