Posted by & filed under Berita Terkini.

UP2TI_mipa.undip.ac.id Magister
Biologi Undip mengadakan kuliah umum bersama di ruang multimedia jurusan
biologi Gedung C lt.2 Fakultas MIPA Undip, Selasa,13/9. Acara di buka oleh
Ketua Program Studi Magister Biologi Drs. Kun Praseno SU dan dihadiri oleh
sekitar 100 lebih mahasiswa S1 dan S2.

Biomanagemen adalah proses pengelolaan Sumber daya
Alam Hayati untuk mencapai hasil secara lebih efektif dan efisien.
 Sebagai
pembicara dalam kuliah umum  tersebut Dr.
Tri Retnoningsih Soeprobowati, MAppSc . Bu Naning begi tu panggilan akrabnya, menyampaikan
topik bahasan mengenai Biomanagemen. Topik  ini dipilih untuk memberikan bekal pada
mahasiswa bahwa memperlajari Biologi itu tidak bisa hanya pada aspek  biologi saja tetapi perlu pemahaman
aspek-aspek pendukung lainya. Aspek pendukung tersebut terangkum dalam
Biomanagemen.

Sumber Daya Alam Hayati itu sendiri mempunyai
aspek ekonomi dan juga aspek lingkungan. Sehingga jika berbicara “Bio”
dalam kajian Biomanagemne bukan lagi hanya membahas tentang organisme tetapi
juga manusia. Bagaimana Manusia memanfaatkan sumber daya alam hayati dalam
pengembangan Industri dengan berwawasan lingkungan.

Saat ditanya mengapa Biomanagemen di pilih sebagai
topik bahasan, Naning mengatakan bahwa ” dengan biomanagemen secara ilmiah
scientist dapat menerangkan apa yang terjadi pada Sumber Daya Alam Hayati
kepada masyarakat sehingga mereka mampu memahami dengan mudah permasalahan yang
ada”. sebagai contoh, orang kuno mengatakan “jika ada burung gagak
pertanda ada orang meninggal” kepercayaan akan hal tersebut pada waktu itu
tidak bisa di terangkan mengapa bisa terjadi seperti itu. Hal tersebut yang
sering kita sebut sebagai kearifan lokal. Sebagai ilmuwan Naning menyampaiakan
bahwa ” Kearifan lokal semacam itu mesti kita kaji secara ilmiah mengapa
hal tersebut bisa terjadi dan ternyata burung gagak mempunyai insting yang kuat
dalam mendeteksi adanya bangkai. Sehingga burung Gagak dapat dikatakan
sebagai  bio indikator yang hebat dalam mengetahui  adanya bangkai
termasuk orang meninggal”