Posted by & filed under Berita Terkini.

Presentasi Anwar Usman  Presentasi Anwar Usman

UP2TI-mipa.undip.ac.id Anwar Usman adalah pembicara dari presentasi yang diadakan oleh beliau. Tema yang diangkat dari presentasi tersebut adalah “Material non Linier Optic”. Tema yang dibicarakan di sini berkaitan dengan ilmu fisika yang memang merupakan riset yang dilakukan oleh beliau. Anwar Usman telah menulis beberapa jurnal dan beliau juga sebagai referee (pemeriksa) jurnal-jurnal yang ditulis oleh pihak lain. Referee yang dimaksudkan di sini adalah pemeriksa konsep-konsep mentah yang ditulis oleh pihak lain dan direvisi oleh beliau.

 

Sebagian besar yang dipresentasikan di sini adalah penjelasan apa itu riset, bagaimana melakukan riset, apa yang harus dilakukan oleh scientist Indonesia terhadap perkembangan saat ini yang bisa dibilang kalah maju dibandingkan dengan riset-riset di negara lain, dan diskusi antara peserta dan pembicara. Beliau menjelaskan harapan apa yang terjadi pada Indonesia pada 5/10/25 tahun yang akan datang. Berdasarkan hasil presentasi dari beliau, telah disimpulkan bahwa riset yang dilakukan Indonesia masih banyak kekurangan atau kendalanya. Sehingga riset yang dihasilkan tidak maksimal hasilnya. Dari hasil diskusi didapatkan beberapa kendala yang membuat riset di Indonesia kalah dibandingkan negara lain, seperti fasilitas tidak terpenuhi, pemerintah tidak begitu mendukung dalam perihal finansial, belum tingginya jiwa nasionalisme, Indonesia belum mengenal kebudayaan riset, keterbatasan vendor, dan kurangnya informasi terbaru yang berasal dari luar negeri.

 

Sudah jelas sekali bahwa di Indonesia fasilitas sangatlah kurang untuk menunjang untung dilakukannya sebuah riset. Dalam hal ini, solusi yang dapat dilakukan adalah meminta kebijakan pemerintah mengenai finansial berhubungan dengan biaya APBN yang bisa menunjang fasilitas yang dibutuhkan. Misalnya, fasilitas yang diberikan dipakai bersama sesama pembuat riset, jadi fasilitas bersifat fleksibel, dengan begini akan menguntungkan kedua pihak, baik pemerintah maupun pembuat riset. Atau solusi lain adalah adanya koneksi ke berbagai lembaga yang dapat mendukung riset (misalnya, LIPI).

 

Anwar Usman mengatakan, “Sebenarnya negara Indonesia sangat berpotensial untuk menciptakan produksi sendiri, misal kelapa sawit yang dapat dilihat sekarang produk berasal dari Indonesia tetapi diolah di Cina dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga yang berbeda”. Ini yang membuat negara Indonesia tidak bisa berkembang pesat dibandingkan dengan negara lain. Padahal, ada beberapa keunggulan Indonesia seperti yang dikatakan oleh beliau, seperti biodiversity, human resources, dan downstream industrializations (chemicals, metallurgy; alloys, steel, polymers, electronics, mechanics). Terdapatnya keunggulan di Indonesia khususnya di bidang chemicals membuat Anwar Usman memiliki pemikiran ingin membangun pabrik kimia sendiri pada masa mudanya dahulu. Dikarenakan devisa negara Indonesia lebih dari 20 triliun untuk chemicals (parfum, obat, dan lain-lain), dan mengapa Indonesia tidak mengolahnya sendiri?

 

“Kita punya riset dan bisa publish, kita harus berusaha menulisnya, dan itu bisa menjadi point untuk langkah selanjutnya”, ujar beliau. Pada akhir diskusi, para peserta rapat melakukan sharing pengalaman-pengalaman riset yang telah dilakukan, khususnya dalam penulisan jurnal yang banyak memiliki masalah.