Posted by & filed under Berita Terkini.


mipa.undip.ac.id Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Undip kembali
menggelar  forum ilmiah berupa seminar
internasional yang termasuk dalam rangkaian acara Dies Natalis kampus sains
yang ke 23 tahun.  Seminar dengan judul The
International Seminar on New Paradigm and Innovation on Natural Sciences and It
Application (ISNPINSA) 2011 tersebut di selenggarakan kemarin (2/11/11) di
Grand Candi Hotel Semarang. Acara di
buka tepat pukul 09.00 WIB oleh Dr. Muhamad Nur, DEA selaku Dekan. Dalam
sambutannya, Muhamad Nur mengucapkan terima kasih kepada para Pemakalah yang
bersedia jauh-jauh datang darinegeri seberang untuk berpartisipasi dalam forum
ilmiah yang sengaja digelar sebagai bagian dari rangkaian hari jadi FMIPA yang
ke 23 tahun. Tampil sebagai pemakalah antara lain Prof. Lilik Hendrajaya, M.Sc,
Ph.D pakar fisika bumi dari Institut Teknologi Bandung. Dr. Ismail Bin Mohd,
pakar matematika dari Universiti Malaysia Trengganu yang menyelesaikan program
sarjananya di ITB. Prof. Philippe Blanc, pakar biotekhnologi dari The Institut
National des Scieces Appliquess de Toulouse, Prancis. Dari FMIPA Undip Prof.
Dr. Wahyu Setia Budi, pakar Fisika spektroskopi dan laser. Selain presentasi
dari lima pakar tersebut juga terdapat sesi presentasi dan diskusi ilmiah tiap
kelompok bidang studi yaitu Statistika, Matematika, Fisika dan juga Biologi
yang di selenggarakan pukul 14.00 WIB. 

 

Seminar
Internasional yang cukup menarik animo peserta tersebut cukup berjalan lancar
dan komunikatif. Hal tersebut dibuktikan dengan penuhnya peserta seminar dan
juga banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta seminar. Dalam paparan
makalahnya, Philippe Blanc mengangkat topik penggunaan pewarna makanan. Melalui
biotekhnologi, pewarna alami dapat dapat diaplikasikan pada industri makanan,
kosmetik dan tekstil. Dalam uraiannya, Philippe menjelaskan kelebihan pewarna
alami dalam makanan, antara lain makanan jauh lebih aman dibanding menggunakan
pewarna sintetis. Pewarna alami yang dapat digunakan dalam industri makanan
antara lain dapat berasal dari pigmen mikrobia, seperti kapang dan juga
tumbuhan yang mengandung pigmen warna yang aman untuk dikonsumsi. Philippe
menerangkan bahwa Indonesia merupakan negara di Asia yang memiliki potensi
besar dalam pemanfaatan pigmen tumbuhan sebagai pewarna yang bernilai ekonomis
tinggi.

 

Tampil
beda dan penuh banyolan dalam pemaparan makalahnya, Lilik Hendrajaya cukup
menyita perhatian audiens saat menerangkan modul bandul motorik.
Bandul melaksanakan gerak sesuai “perintah” selama
medan tegangan T bekerja.
Adakah “perintah lain” (Flain) yang bandul
bergerak sesuai dengan kebiasannya Ñ
Ternyata ada ! Perintah motorik : “ya” dan
“tidak”
Gerakan “ya” dan gerakan “tidak” merupakan gerakan
eigen (karakteristik).
Ismail
Bin Mohd dalam memaparkan tentang model pengurangan sistem dinamis dapat
ditemukan dengan menggunakan metode dekomposisi nilai singular dan metode
subruang Krylov. Sedangkan Wahyu Setia Budi menerangkan bahaya dari laser yang
digunakan secara serampangan. Ia juga menerangkan bahwa sudah seharusnya dalam
menggunakan laser harus memahami label peringatan dari produk tersebut. Laser
sendiri menurutnya dibagi menjadi 4 golongan yaitu golongan I, IIa, dan IIb  yang berlabel kuning dan bertuliskan warning
yang berarti hati-hati dalam penggunaannya. Laser golongan tersebut relatif
aman asal tidak dikombinasikan dengan perangkat optik lainnya. Sedangkan laser
golongan  III, IVa, dan IVb memiliki
label berwarna merah dan bertuliskan dangerous yang berarti berbahya kalau
salah dalam penggunaan. Laser golongan ini sangat berbahaya jika mengenai mata
dan kulit meskipun tidak beracun. Wahyu mengingatkan kepada audiens agar lebih
berhati-hati terhadap penggunaan laser agar tidak berdampak negatif.

 

Seminar
ditutup pukul 16.00 WIB oleh Dr. Muhamad Nur, DEA menggunakan tiga bahasa,
Indonesia, Ingris dan Prancis,  diakhiri
dengan foto bersama para pemakalah dan juga peserta.