Posted by & filed under Berita Terkini.

mipa.undip.ac.id Dinamika mahasiswa dari
sebuah institusi pendidikan tinggi sangat potensial untuk melakukan perubahan
baik itu dalam kalangan lingkungan kampus dan masyarakat oleh karena itu
paradigma tentang perubahan menjadi penting dipahami.

Setidaknya ada
perspektif yang dijadikan pisau analisis terhadap persoalan perubahan. Pertama,
perspektif teknis operasional. Artinya krisis ini terjadi akibat missed management yang solusinya dengan
pembenahan management.

Kedua. Perspektif
politis, yaitu lemahnya leadership, miskin
grand vision yang ujung-ujungnya
adalah tuntutan suksesi pendidikan tinggi akibatnya adalah terbatas bahkan
tidak ada sama sekali ruang yang dapat menjadikan pengembangan sumber daya
manusia katakanlah mahasiswa yang bertumpu pada politisasi kampus dengan
wawasan almamater, padahal untuk sebuah kemajuan dan perubahan secara ideal. Oleh
karenanya perubahan itu seharusnya jangan dipandang pragmatis melainkan
memandang perubahan secara totalitas melalui prosesnya yang berdasarkan pada
keyakinan dasar, yang darinya diambil metode untuk merealisasi tujuan yang
diharapkan.

Maka setidaknya ada
beberapa hal yang dapat menunjukan eksistensi mahasiswa dengan paradigma tri
dharma perguruan tinggi. Diantaranya human
development
, yakni membekali dan mematangkan konsep alternatif perubahan
secara kosistensi. Pengetahuan yang intergral dan menyeluruh mengenai
eksistensinya oleh karenanya memang harus sungguh-sungguh ingin direalisasikan
ditengah-tengah masyarakat,yang berarti proses transformasi pendidikan tinggi
yang berdasarkan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan,Penelitian,Pengabdian)
telah terjadi.

Kesadaran mahasiswa
kampus sains FMIPA Undip terhadap pentingnya berpolitik setidaknya menjadi
gambaran positif dalam menyikapi persoalan perubahan. Dalam pesta domokrasi
(pemilihan raya) yang baru saja terjadi, mahasiswa FMIPA cukup antusias ikut
serta berpartisipasi. Persaingan ketat dalam dukungan suara menjadi salah satu
parameter kesadaran politik mahasiswa FMIPA. Terbukti dengan dimenangkannya
Reza Aulia Rahman sebagai presiden BEM KM Undip. Selain itu persaingan ketat
juga dapat dilihat dari pemilihan BEM Fakultas maupun Ketua HM Jurusan. Salah
satunya adalah kemenangan Panji Setiawan — 97 suara atas M. Amal Nurhakim — 86 suara dalam perebutan
posisi ketua HM Jurusan Biologi. Kemenangan tipis ini membuktikan semakin
meningkatnya kesadaran politik mahasiswa FMIPA dalam menyikapi persoalan
perubahan.

Leave a Reply