Posted by & filed under Berita Terkini.

   

 

mipa.undip.ac.id.“Salah satu tujuan pertemuan Dekan-Dekan MIPA Perguruan Tinggi Jawa Tengah dan Yogyakarta atau Forum MIPA Joglo Semar yang ketiga ini adalah untuk membangun jejaring komunitas MIPA di wilayah DIY dan Jawa Tengah” ungkap Prof. Sri Wahyuni selaku koordinator Forum MIPA Joglo Semar saat ditemui pada acara Forum MIPA Joglosemar dii Gedung Prof. Sudharto SH, kampus Tembalang, Sabtu,21/1.
Arti penting lain dari Forum Joglo Semar menurut Prof. Sri Wahyuni, Guru Besar Matematika UGM ini, selain bermanfaat penting bagi mahasiswa sebagai bagian dari proses belajar mengajar, bagi dosen forum ini juga sebagai media pertukaran dosen untuk mengajar di universitas yang berbeda, menggali dan menyelsaikan permasalah yang muncul di wilayah setempat. selain itu juga akan diinisiasi Program Credit Trasfer System (CTS) dimana mahasiswa dapat belajar dan kuliah di perguruan tinggi lain yang tergabung di Forum MIPA Joglosemar ini. “Program untuk mahasiswa idealnya dilaksanakan pada tingkat internasional akan tetapi kesempatannya terbatas baik bagi mahasiswa maupun dosen” ujarnya. Dengan semangat serupa Forum MIPA Joglo Semar ini berupaya melaksanakan di tingkal lokal, diharapkan dengan model ini misalnya mahasiswa tidak hanya belajar matematika di perguruan tinggi asalnya tetapi juga memperluas pengalaman, merasakan belajar di perguruan tinggi lainnya dan juga mempelajari kebudayaan setempat.

Dalam kesempatan ini, Prof. Sudharto P.Hadi, MES., PhD, selaku Rektor Undip mengatakan dengan adanya Forum MIPA Joglosemar diharapkan mampu mendukung visi pimpinan universitas di Jawa Tengah dan Yogyakarta. “Berbicara mengenai MIPA ada tiga pandangan yang perlu diperhatikan yakni penelitian murni, penelitian terapan dan moral, dimana ketiganya saling terkait, dengan adanya moral maka penelitian tidak akan saling melanggar peradaban” ujarnya.

Sedangkan dalam makalah yang disampaikan oleh Dr. Muhammad Nur, DEA selaku Dekan MIPA Undip dengan tema Peran Penting Sains dan Teknologi dalam mendukung Sistem Inovasi Daerah dan Peluang Kerjasama antar Universitas, menjelaskan strategi peningkatan investasi IPTEK diantaranya adalah meningkatkan kesadaran daya saing industri dan daya saing bangsa seperti kreativitas, invensi, dan innovasi, meningkatkan kesadaran tanpa investasi sains dan teknologi, sinergi antara akademik, business dan goverment, menggalakkan tumbuhnya lrmbaga intermediasi dan menggalakkan spinoff business.

“Tugas universitas adalah menggerakkan kreativitas dan inovasi, hal ini karena basic science yang kuat menghasilkan produk-produk baru yang kuat” ungkapnya. “Kedepannya diharapkan forum ini akan mendorong lebih banyak lagi peran perguruan tinggi khususnya MIPA dalam pembangunan daerah” tegasnya. bentuknya bisa melakukan inisiasi memetakan kebutuhan serta menciptakan inovasi seperti ozon untuk kepentingan pertanian, peternakan dan perikanan, atau sistem sofware informatika untuk kegiatan pengelolaan administrasi daerah serta teknologi untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya gempa, atau early warning sytem mengingat negara kita adalah daerah dengan potensi gempa yang tinggi.

sumber undip.ac.id