Posted by & filed under Sains dan Teknologi.

mipa.undip.ac.id. Para ilmuan telah mengembangkan sebuah robot
molekuler yang dapat diprogram. Robot molekuler adalah sebuah mesin sub
mikroskopsi molekuler terbuat dari DNA sintesis yang bergerak diantara
lokasi jalur yang terpisah 6 nano meter saja.


Andrew
Turberfielddan koleganya menunjukkan kalau ilmuan lain telah
mengembangkan robot berbasis DNA sejenis, yang bergerak secara otonom.
Sebagiannya menggunakan rancangan dua kaki dan bergerak dengan
bolak-balik menempel dan melepas dirinya dari titik jangkar sepanjang
jalur DNA, kaki di atas kaki, ketika bahan bakar ditambahkan. Para
ilmuan ingin memprogram robot DNA untuk berjalan secara otonom pada arah
berbeda untuk bergerak dalam pola terprogram, sebuah kunci menggali
potensi mereka sebagai mesin molekuler pembawa kargo.

Para
ilmuan menjelaskan kemajuan menuju sasaran ini — sebuah robot yang
dapat dirancang memilih dari berbagai cabang jalur molekuler, ketimbang
hanya bergerak pada garis lurus. Kunci pada gerakan khusus ini adalah
“jepitan bahan bakar,” sebuah molekul yang bertindak sebagai sumber
energi kimia sekaligus untuk mendorong robot sepanjang jalur dan sebagai instruksi routing.
Instruksi ini memberi tahu robot kemana harus bergerak selanjutnya,
memungkinkan pemilihan antara cabang kiri dan kanan dari persimpangan di
sebuah jalur, secara tepat mengendalikan rute robot — yang berpotensi
memungkinkan transpor obat atau bahan lainnya.

Para
pengarang menyebutkan dana datang dari Dewan Penelitian Ilmu Fisika dan
Teknik (Engineering and Physical Sciences Research Council – EPSRC).

Sumber berita:

American Chemical Society

Referensi Jurnal:

Richard A. Muscat, Jonathan Bath, Andrew J. Turberfield. A Programmable Molecular Robot. Nano Letters, 2011; : 110128131625007 DOI: 10.1021/nl1037165