Posted by & filed under Berita Terkini.

fsm.undip.ac.id – Sebagai agenda rutin bulanan Fakultas Sains dan Matematika baru – baru ini mengadakan seminar ilmiah bulanan. Acara yang dikoordinir oleh UP3ST dilaksanakan pada Hari : Rabu, 16 Mei 2012 bertempat di Ruang Sidang Dekanat Lanatai III Menghadirkan Pembicara Utama : Drs. Agus Suryono, MSi. (Ketua Balitbangda Jateng) dihadiri oleh Civitas Akademika FSM (Dosen dan Mahasiswa). Para peserta tampak antusias mendengarkan pemaparan Drs. Agus Suryono, MSi yang dalam kesempatan tersebut memaparkan tentang “Pola Pengembangan Klaster UMKM dan Peran Sains dalam Peningkatan Daya Saing Provinsi Jawa Tengah”. Menurut Drs. Agus Suryono, MSi Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, lalu lintas barang maupun penyediaan jasa sudah semakin cepat dan intens baik kualitas maupun kuantitasnya. Konsekuensi dari kondisi ini adalah upaya untuk senantiasa meningkatkan kualitas produk untuk mampu bersaing di tengah pasar global. Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi yang sangat potensial baik dalam julah sumber daya manusia maupun sumberdaya alam sangat membutuhkan sentuhan inovasi bagi produk yang dihasilkannya, khususnya produk dari usaha kecil dan menengah (UMKM). Berdasarkan survey terhadap 35 Klaster yang ada di Jawa Tengah, dapat disimpulkan bahwa masih sangat banyak sentuhan teknologi sederhana /TTG yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatakn kualitas produk usahanya agar mampu bersaing di pasar. Universitas Diponegoro sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia tentu mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut terlibat langsung dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Beberapa kebutuhan mendesak untuk dapat segra ditangani antara lain: Identifikasi kebutuhan teknologi yang dibutuhkan  masyarakat, pembentukan kelembagaan, dan  pembentukan business plan.

Seiring dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan (universitas) masyarakat dan pelaku bisnis melalui sistem inovasi nasional sesuai dengan Perpres No 23 2010, Jawa Tengah melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Daera (Balitbangda), sedang menjalankan sistem inovasi daerah (SIDa). Ada 3 pilar sistem inovasi di Jawa Tengah, yaitu: Pengembangan UMKM berbasis Klaster, Kabupaten / Kota Inovatif, Desa Inovasi. Melalui strategi ini, diharapkan akan terjadi kerjasama yang harmonis antara akademisi (Academic), pelaku bisnis (businessman), masyarakat (community), dan pemerintah (Government) yang popular disingkat ABCG. Pada kesempatan tersebut Drs. Agus Suryono, MSi juga memaparkan perlunya Meningkatkan Peran peneliti dalam penguatan pemberdayaan masyarakat melalui Sistem Inovasi Daerah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menyadari akan peran penting tersebut, Fakultas Sains dan Matematika berkomitmen untuk meningkatkan aplikasi hasil-hasil penelitian dari para peneliti sebagai modal dasar yang kuat untuk meningkatkan intensitas kerjasama dengan stakeholders sesuai dengan kebutuhannya. Terkait dengan pengembangan UMKM berbasis klaster di Jawa Tengah, FSM telah menjalin pola pembinaan terhadap klaster-klaster, antara lain: Klaster Jagung Grobogan, Klaster budidaya ikan air tawar, Klaster mitra mina, Klaster Biofarmaka, dan Klaster Bandeng kota Semarang.