Posted by & filed under Sains dan Teknologi.

fsm.undip.ac.id- Beberapa
waktu lalu, Charlie D Heatubun (Kepala Laboratorium Biologi Kehutanan dan
Perlindungan Hutan dari Universitas Negeri Papua, Manokwari, Papua Barat),
menemukan tujuh spesies baru tanaman pinang (Areca). Lima endemik
ditemukan di Kalimantan serta dua di Kamboja dan Sumatera. Ada sekitar 50
spesies palem Asia dari genus Areca yang tersebar dari India
dan China Selatan melalui Malaysia ke New Guinea dan Kepulauan Solomon.

Salah
satu spesies yang menarik adalah Areca gurita, flora endemik di
Pulau Kalimantan. Dari namanya bisa dibayangkan bentuknya yang sangat mirip
dengan gurita, hewan bertentakel di lautan. Bentuk bagian percabangan bunganya
indah.

Pada
bagian tandan bunga itu, ada bagian cabang pokok bernama rachis dan
kemudian ranting bernama rachillae yang menjadi tempat
bunga-bunga. A gurita memiliki tiga sampai delapan rachillaeyang
memanjang dan bengkok menyerupai tentakel gurita. Bunga-bunga yang berada dalam
barisan itu ibarat bagian pengisap pada tentakel gurita.

Pinang
gurita hanya mencapai ketinggian 1,5 meter, sehingga dikategorikan dalam
tanaman semak. Meski baru diberi nama, spesies ini dianggap terancam punah.
Dalam laman The Guardian, 9 September
2012, penulis artikel itu, Quentin Wheeler meyakinkan spesies ini hanya
ditemukan di alam liar Bintulu dan Miri Sarawak (Malaysia). Kabar baiknya,
pinang gurita berhasil dibudidayakan di Semengoh, Hutan Arboretum dekat
Kuching, Malaysia.

Sumber :

The
Guardian

Editor :

Nasru
Alam Aziz