Posted by & filed under Berita Terkini.

FSM UNDIP, Semarang, undip.ac.id – Pengembangan energi baru dan terbarukan memberi inspirasi bagi dua mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip untuk meneliti solar cell (sel surya). Science project karya Singgih Wibowo (22) dan Muslimin (23) ini pun ditetapkan sebagai juara I Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina Regional IV. Riset yang mereka ulas mengenai Pembuatan Material Cnt:N (carbon nano technology) TiO2 (titanium dioksida) dan Uji Sensitivitasnya Untuk Aplikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC).

 

Menurut keduanya, material tersebut memiliki keunggulan jauh lebih efisien. Solar sel sendiri, pada umunya hanya mampu mengaktivasi sinar ultraviolet (UV). Namun pada penelitian tersebut, Cnt TiO2 ini juga mampu menangkap intensitas cahaya matahari.

“Sebagai perbandingan, aktivasi UV dalam sel tenaga surya hanya mampu menyumbang kekuatan lima persen. Namun jika mampu menangkap cahaya yang tampak, bisa menyumbang kekuatan sampai 45 persen,” terang Singgih.

Lebih lanjut, mahasiswa jurusan Kimia tersebut mengatakan, berdasar riset dasar penambahan unsur nitrogen (N) juga mampu meningkatkan arus listrik. Karena itu, mereka menambahkan unsur N pada material solar sel tersebut.

“Kalau tanpa ditambahkan unsur N, sel tenaga surya hanya mampu mengaktivasi sinar UV. Tapi jika ditambah dengan nitrogen, ternyata bisa mengaktivasi cahaya matahari yang nampak sehingga bisa lebih efisien,” katanya.

Selain ditambah nitrogen, ia menjelaskan pengembangan sel surya yang efisien itu juga mengaplikasi teknologi nano. CNTs (carbon nanotubes) ditambahkan sebagai pengikat elektron.

Adapun fungsi CNTs tersebut sangat penting, sebab jika elektron tidak diikat dan disimpan dalam CNTs akan terjadi proses rekombinasi (penyatuan elemen) yang akibatnya bisa merugikan.

Dekan FSM Dr Muhammad Nur DEA mengatakan, kompetisi science project ini diikuti 37 peserta se-Jateng dan DIY. Dikatakannya, Singgih dan Muslimin maju mewakili regional IV untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 26-27 Oktober di Jakarta.

“Harapan dari pengembangan solar cell ini besar sekali, karena sinar matahari di Indonesia bersinar 8-10 jam. Energi baru dan terbarukan pun baru sekitar enam persen,” pungkasnya

Berita terkait: Suara Merdeka, 9/10/2012