Posted by & filed under Berita Terkini.

KEMBANGKAN SOLAR CELL, 4 MAHASISWA FISIKA UNDIP RAIH BEST INNOVATION

Semarang.undip.ac.id – Pemerintah Indonesia mencanangkan pada tahun 2025, energi terbarukan akan berkontribusi 4% dari total konsumsi energi di Indonesia. Sebesar 0,02% adalah energi surya. Penelitian terhadap energi surya ini tentu sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan biaya produksi solar cells. Di pasaran harga solar cells yang umumnya terbuat dari silikon sangatlah mahal. Hal ini dikarenakan proses produksi yang tidak mudah dan membutuhkan energi yang sangat besar. Dari permasalahan inilah, empat orang mahasiswa Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Univeritas Diponegoro mengembangkan solar cells. Mereka adalah Ahmad Pradana, Kilat Permana Putra, Hanum Yuda Aditya dan Singgih Wibowo. “Di laboratorium Fisika Material UNDIP, kami berhasil mengembangkan jenis solar cells yang murah dan mudah diproduksi, namanya adalah Dye Sensitized Solar Cells (DSSCs)” kata Ahmad Pradana.

DSSCs yang mereka buat menggunakan material semikonduktor TiO2 yang mereka doping dengan atom nitrogen. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi keluaran DSSCs. Selain atom nitrogen mereka juga menambahakan material Carbon Nanotubes (CNTs) yang tidak semua Universitas di Indonesia dapat membuatnya. “Dengan adanya penambahan nitrogen ini, material TiO2 dapat bekerja pada cahaya tampak” terang Kilat.

Dari hasil penelitian ini, mereka memperoleh penghargaan “Best Innovation” dalam ajang Call for Papers “Youth Scientist's Conference EXPLOSCIENCE IPB 2013 di Bogor 18 – 19 Mei lalu. Acara ini diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia dan hanya terpilih 12 tim untuk mempresentasikan karya mereka. Diantara perguruan tinggi tersebut antara lain UNDIP, UGM, IPB dan UNESA. “Kami sangat senang, ini adalah hasil kerja keras tim, dan terimakasih kepada teman – teman, Jurusan Fisika, FSM dan UNDIP” ucap Hanum. Perlu untuk diketahui Best Innovation adalah penghargaan bagi tim yang memperoleh nilai tertinggi baik presetasi maupun paper. Sementara itu, kategori Best Presentation diraih oleh tim IPB Bogor dan Best Paper oleh tim UNESA Surabaya.

Hasil ini tentu akan menjadi semangat bagi mahasiswa – mahasiwa UNDIP yang lain. “Kami bisa karena kami belajar, terimakasih kepada pihak UNDIP yang telah menyediakan layanan akses jurnal gratis sehingga kami dapat memeperoleh referensi untuk penelitian kami” ungkap Singgih. “UNDIP adalah salah satu univeristas terbaik di Indonesia dalam pengembangan material maju, dan kedepannya harus ada kerjasama yang baik dari berbagai jurusan sehingga mencapai visi UNDIP sebagai Universitas Riset” imbuh Singgih.