Posted by & filed under Berita Terkini.

Fsm.undip.ac.id. Energi adalah kebutuhan vital bagi manusia modern. Tanpa energi maka kehidupan tidak akan berlangsung nyaman seperti saat ini. Namun, sebagian besar energi yang kita gunakan berasal dari energi fosil termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM). Persediaan BBM semakin terbatas karena terkategori energi yang tidak dapat diperbaharui. Data menunjukkan minyak bumi Indonesia akan habis terkuras lebih kurang 12 tahun yang akan datang. Demikian pula penggunaan energi fosil menimbulkan antara lain efek rumah kaca dengan dampak pemanasan global. Fenomena yang telah tampak adalah pola iklim yang tidak teratur, es mencair di kutub sehingga permukaan air laut menaik dengan dampak sejumlah daratan/pulau tenggelam, dan lain – lain.

1002167_667260486618720_1457464416_n

Indonesia kaya energi terbarukan. Kita memiliki Matahari yang bersinar sepanjang tahun, memiliki angin, memiliki energi panas bumi, hydro, energi arus laut dan sejumlah tanaman yang dapat diolah menjadi bioenergi pengganti solar dan premium. Memanfaatkan karunia Allah tersebut maka Indonesia mencanangkan program 25/25 yakni pada tahun 2025, Indonesia akan menggunakan energi terbarukan sebesar 25%.

Mengimplementasi program tersebut maka Ditjen Energi Baru, Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menyelenggarakan Konferensi dan Pameran Energi Baru – Terbarukan & Konservasi Energi (Indonesia EBTKE – CONEX 2013). Acara ini digelar di Jakarta Convention Center pada tanggal 21 – 23 Agustus 2013. Salah satu misi Indonesia EBTKE – CONEX 2013 adalah pendidikan masyarakat, termasuk mendidik generasi muda tentang energi baru terbarukan dan upaya menghemat energi melalui konservasi energi.

1237799_667260769952025_1123556834_n

Pada acara ini UNDIP diwakilkan oleh dua tim mahasiswa Fisika, Fakultas Sains dan Matematika. Mereka adalah Alfin Darari, Brandan Tito Ramadhan dan Fajar Waskito mahasiswa Fisika angkatan 2012. Mereka mempresentasikan poster penelitian yang berjudul “Optimalisasi Kincir Angin Savonius Dengan Sistem Boost Converter. “ Penelitian ini berawal dari ide saat melakukan Praktikum Fisika Dasar I lalu kita buat dalam bentuk paper dan poster kemudian kita kirim ke Panitia EBTKE- CONEX, Alhamdulillah kita lolos” kata Alfin.

Satu tim lagi adalah Fuad Tarmizi, Bagus Budi P., Agus Muhidin, Arga Brahmantyo, dan Pembimbing Dr. Eng. Agus Setyawan, yang mengangkat tema tentang “Study of Fluid Flow in Gedongsongo Temple Manifestation Geothermal Based on the Data of Geophysics.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Pak Budiono dan Menteri ESDM, Pak Jero Wacik yang sekaligus membuka acara ini, pada tanggal 21 Agustus 2013. Lalu dihadiri oleh Wakil Gubernur Jakarta yang turut mengisi acara ini. Pada tanggal 22 Agustus 2013 pun juga acara ini diisi oleh serangkaian acara diskusi panel antar petinggi organisasi energi di Indonesia. Lalu pada tanggal 23 Agustus 2013 merupakan acara puncak yang diisi oleh program pelatihan tentang pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Semoga kedepannya makin banyak mahasiswa khususnya yang tertarik untuk mengikuti ajang – ajang ilmiah seperti EBTKE – CONEX dan tentunya semakin peduli dengan Energi Terbarukan.