Posted by & filed under Berita Terkini, Sains dan Teknologi.

Senin (9/12) hingga Jumat (13/12) digelar Grand Final kompetisi tingkat nasional yang diadakan oleh Pertamina yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia yaitu Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2013. OSN Pertamina pada tahun ini mengambil tema Inovasi Sobat Bumi, Prestasi untuk Negeri. Kompetisi ini dibagi menjadi 2 kategori yaitu Teori dan Proyek Sains. Kategori teori dibagi menjadi 4 bidang yaitu matematika, fisika, kimia dan biologi yang diseleksi melalui tes tertulis yang diadakan perguruan tinggi mitra di tiap provinsi. Finalis kategori teori dipilih satu orang tiap bidang di tiap regional dan satu orang wakil provinsi lintas bidang. Sedangkan untuk kategori Proyek Sains dibagi menjadi 3 bidang yaitu Aplikasi Perangkat Lunak (APL), Rancang Bangun (RB), dan Produk Unggulan (PU). Finalis kategori Proyek Sains dipilih 5 tim tiap bidang dari seluruh Indonesia.

1

Gambar. Grand Finalis OSN Pertamina 2013

Tahun 2013 ini Undip mengirimkan 2 wakil dalam Grand Final OSN Pertamina 2013. Seluruh wakil ini merupakan mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM) yang terdiri dari 1 orang kategori teori bidang Biologi dan 1 tim Proyek Sains bidang Produk Unggulan. Kategori teori diwakili oleh Rofiqotul Khasanah (Biologi 2011) sedangkan kategori Proyek Sains diwakili oleh Mei Viantikasari (Kimia 2010), Muhammad Amal Nurhakim (Biologi 2010), dan Istajib Sulton Hakim (Fisika 2011) dengan bimbingan Drs. Budi Raharjo, M. Si. Tim Proyek Sains membawa produk mereka yang disebut E-Mosi. E-Mosi merupakan singkatan Energi Listrik dari Molases dan Sampah Organik. Mei menjelaskan bahwa produk ini menggunakan sistem Microbial Fuel Cell yang memanfaatkan aktivitas katalitik mikroba dalam hal ini antara lain: Saccharomyces cerevisiae, Pseudomonas fluorescens, dan Streptomyces spp. untuk mengubah substrat yang berupa molases dan sampah organik untuk menghasilkan elektron yang digunakan untuk menciptakan energi listrik.

2

Gambar. E-Mosi (Energi Listrik dari Molases dan Sampah Organik)

Selain Undip terdapat beberapa perguruan tinggi lain yang turut mengirimkan wakil di ajang kompetisi ini, diantaranya adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, dan masih banyak lagi. Pada hari Jumat (13/12) sekitar pukul 14.00 WIB diadakan acara penutupan Grand Final OSN Pertamina 2013 di Hall Room Gedung Pusat Pertamina. Acara ini sekaligus mengumumkan pemenang dari seluruh kategori. Saat yang ditunggu-tunggu, akhirnya diumumkan bahwa Tim Proyek Sains Undip memenangkan Juara 3 Kategori Proyek Sains bidang Produk Unggulan dengan judul karyanya E-Mosi: Energi Listrik dari Molases dan Sampah Organik menggunakan Microbial Fuel Cell dengan Bioaktivator Saccharomyces cerevisiae, Pseudomonas fluorescens, dan Streptomyces spp.

3

Dengan diraihnya prestasi ini, maka semakin menambah deretan prestasi yang telah ditorehkan Fakultas Sains dan Matematika. “Semoga dengan prestasi ini dapat menginspirasi dan memotivasi mahasiswa FSM yang lain untuk berprestasi pula dalam bidang apapun”, tutur Amal yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Research Incubator Center FSM. Mahasiswa FSM memang harus terus meraih prestasi dalam bidang akademik maupun organisasi. Hal ini untuk menambah pengalaman dan softskills pada mereka sehingga siap ketika terjun dalam masyarakat.  Seperti halnya wakil OSN Pertamina 2013 ini yang semuanya juga berprestasi dalam organisasi. Rofiqotul Khasanah merupakan staff Forum Studi Islam Biologi, Mei Viantikasari yang menjabat Kepala Departemen Kesma BEM FSM, Muhammad Amal Nurhakim merupakan Ketua RIC FSM, dan Istajib Sulton Hakim sebagai Wakil Ketua Senat Mahasiswa FSM.

Prestasi mahasiswa FSM di tingkat Nasional harus terus ditingkatkan baik dalam bidang organisasi, keilmuan, maupun bidang lainnya. Torehan prestasi ini dapat menambah kualitas mahasiswa dalam bidangnya sehingga mampu menjadi insan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga dapat mewujudkan Indonesia yang lebih maju.