Posted by & filed under Berita Terkini, Sains dan Teknologi.

FSM UNDIP, Demi membuat terobosan rekayasa ilmu pengetahuan para ilmuan Undip terus mengembangkan konsep kebaharuan. Kali ini, rekayasa dibidang Ilmu Fisika diterapkan untuk membantu kebutuhan masyarakat akan garam beryodium tinggi.

MEMINJAM Laboratorium Fakultas Sains dan Matematika (FSM), sejumlah ilmuan Undip terlibat dalam penelitian multi disiplin ilmu beberapa waktu ini. Mereka, para dosen dari latar belakang Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika, ingin memberikan sumbangsih untuk ilmu pengetahuan. ’’Kami melaksanakan penelitian pemurnian garam krosok dengan metode paling sederhana. Meski kelihatan sepele penelitian ini dampaknya besar,’’ tutur koordinator periset Endras Mahaendrajaya, di laboratorium FSM Tembalang.

Riset yang dilakukan cukup menarik. Pasalnya, untuk bisa mengubah garam krosok yang belum layak konsumsi, mereka harus membeli sebuah mesin cuci baru seharga sekitar Rp 1,5 juta. Mesin cuci dua silinder berkapasitas tujuh kilogram itu nangkring di pojok barat laboratorium. Kardus pembungkus mesin cuci, juga masih teronggok di sudut lain.

’’Bukan tanpa alasan kami membelinya. Mesin cuci itu yang akan memfasilitasi peneliti mengolah atau memurnikan garam krosok supaya aman dikonsumsi. Syarat layak dikonsumsi garam harus memiliki kadar yodium mencukupi,’’ kata Dekan FSM M Nur yang berada di tengah-tengah para scientis Undip.

Mesin cuci untuk mengolah garam krosok, kata dia, layaknya melalui proses pabrikan. Peneliti Edi Sugito, yang mengaku akrab denga para petani garam di daerah Kabupaten Pati menjelaskan, secara sederhana mesin cuci membantu membersihkan semua partikel dan kotoran yang melekat pada garam krosok. Sistem kerja mesin yang berbeda dengan tangan manusia membuat garam bisa dimurnikan dengan maksimal.

penetili-garam

Tim Peneliti Pemurni Garam Krosok

Gerakan Mencuci

Sedikitnya terdapat enam gerakan pencucian di dalam mesin yang akan benar-benar membilas garam dengan bersih. Gerakan itu mulai dari menggeser ke kanan, ke kiri, membalik, memutar, hingga menyebarkan material ke segala arah. Kombinasi gerakan ini merontokkan semua kotoran dan mencuci garam dengan sempurna. Aktivitas ini masih ditambah mencuci menggunakan air khusus.

Air khusus adalah air dengan berat jenis (BJ) tertentu yang dimasukkan ke dalam mesin pencuci. Pencucian tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, untuk menghindari garam larut kemudian terbuang percuma. Sesuai penelitian kandungan NaCl dan KIO3 (yodium) untuk semua garam krosok meningkat setelah dicuci menggunakan mesin. Hasil penelitian juga menunjukkan logam-logam berat yang selama ini acap ditemui dalam air laut terurai dengan sendirinya. Sebagaimana diketahui, air laut merupakan bahan dasar pembuatan garam.

Para peneliti berkesimpulan, kini mengolah garam krosok bisa dipermudah dan bahkan bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Mereka cukup membeli alat sejenis mesin cuci kemudian mengolah garam krosok secara mandiri. Hasilnya, tak kalah dengan mutu pabrikan bahkan dari segi keamanan paparan logam berat juga akan lebih higinies. Garam menjadi kebutuhan dasar manusia. Kekurangan bahan pangan ini seseorang bisa terserang penyakit gondok atau tiroid. Pada beberapa kasus bahkan bisa membuat pertumbuhan seseorang terhambat atau cebol. (Hari Santoso-39)

Sumber : SuaraMerdeka

Edisi Cetak Harian Kompas : Mesin Cuci jadi pemurni Garam