Posted by & filed under Berita Terkini, News, Sains dan Teknologi.

 

PENGEMBANGAN BUDIDAYA PRODUKTIF BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE AQUACULTURE) SISTEM IMTA (INTEGRATED MULTI TROPHIC AQUACULTURE)

Kerjasama Antara

Tim Penelitian Unggulan Strategis Pusnas Universitas Diponegoro (Pusnas-Undip),

Badan Kordinasi Pengelola Bersama (BKPB) Kawasan Sea Farming Karang Lebar, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

Dinas Kelautan, Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kepualaun Seribu, DKI Jakarta

PT. Stargold Internusa Jaya, Bandung, Jawa Barat

 

Oleh:

Drs. Sapto P. Putro, MSi, PhD*), Prof. Dr. Widowati, MSi, Dr. Fuad Muhammad, MS, dan Drs. Suhartana, MSi

Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang

*)Ketua Tim PUSNAS UNDIP

 

 

Penelitian ini menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya wilayah perairan/laut berkelanjutan dengan lebih mendalam sejalan dengan spirit program ekonomi biru (blue economy) sebagai paradigma ekonomi baru untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, sehingga sangat mendukung program strategis pemerintah RI dalam pengembangan dan peningkatan produksi pangan bidang perikanan. Melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2005-2025, Indonesia telah berupaya dan berkomitmen untuk mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan. UU tersebut juga menekankan bahwa sumber daya alam dan lingkungan hidup memiliki peran ganda, yaitu sebagai modal pembangunan dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan. Lebih lanjut, Indonesia mengimplementasikan Integrated Coastal Management dengan menuangkannya dalam Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (PWP-PK). Upaya tersebut di atas perlu didukung oleh semua pihak, salah satunya melalui riset-riset berorientasi pada aplikasi IPTEK untuk peningkatan kapasitas produksi berkelanjutan tanpa menimbulkan permasalahan lingkungan.

Aplikasi SDNC-IMTA berbentuk bulat berbahan HDPE ini diaplikasikan di kawasan Sea Farming Karang Lebar dengan membudidayakan species bawal bintang, kerapu macan, kerapu cantang, dan rumput laut. Keramba HDPE mempunyai keunggulan kuat, tahan gelombang dan arus. Dari segi teknis budidaya keramba ini juga mempunyai nilai tambah karena tidak mempunyai sudut, sehingga sangat cocok untuk budidaya ikan-ikan perenang cepat atau pelagis.

Dalam pelaksanaan Penelitian PUSNAS ini, tim peneliti melibatkan beberapa mitra, baik sektor industri, BUMN, badan Litbang dan perwakilan kelompok masyarakat, antara lain:

  1. BUMN Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) yang merupakan mitra strategis bagi Tim PUSNAS dalam memanfaatkan sarana dan akses/ jaringan pemasaran produk perikanan yang luas, baik nasional maupun internasional, sehingga diharapkan terbentuk techno-industrial cluster bidang produk perikanan budidaya.
  2. Stargold Internusa Jaya, merupakan mitra yang tepat bagi Tim Pusnas guna membuat prototype dan produksi keramba SDNC-IMTA, karena produknya dibuat dari bahan mentah dari Prime Grade Polyethylene (HDPE) dan material maupun pembuatan awal hingga barang jadi dilakukan oleh anak bangsa dan dilakukan di Indonesia, sehingga turut mendukung pengembangan industry dalam negeri.
  3. Badan Kordinasi Pengelola Bersama Kawasan Sea Faring Karang Lebar Kepulauan Seribu , DKI Jakarta yang telah mengelola kawasan ini menjadi kawasan budidaya produktif berbasis pemberdayaan masayarakat sekitar Kepulau Seribu, dibawah kordinasi Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulaun Seribu.
  4. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa program Sarjana (Strata 1) dan Magister (Strata 2) di Fakultas Sains dan Matematika UNDIP.

Penandatangan naskah kerjasama antara pihak yang terlibat telah dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2015 bertempat di kantor Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Hadir dalam acara penendatangan kesepakatan antara lain: Ketua Pusnas UNDIP, Drs. Sapto P. Putro, MSi, PhD, Dekan FSM, Prof. Dr. Widowati, MSi, Direktur Utama PT. Stargold Internusa Jaya, Bondny Djulainy, Ketua BKPB Kawasan Sea Farming Karang Lebar, Ir. Rusli, Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Kepulauan SEribu, Ir. Wawan Karmawan, S.Sos, MSi. dan para anggota masyarakat dan perwakilan para pihak. Acara dilanjutkan dengan site visit dan penanaman / replantasi terumbu karang sebagai bentuk komitmen Undip dan mitra untuk mengupayakan ekosistem kawasan tersebut terjaga dan lestari.

1

2

3

4

5

Comments are closed.