Mahasiswa Fisika UNDIP Raih Juara 2 Lomba Karya Cipta TNI AD

Semarang, undip.ac.id. – Mahasiswa UNDIP kembali menunjukkan prestasinya di ajang karya cipta teknologi. Kali ini dua mahasiswa Fisika, Fakultas Sains dan Matematika mendapat penghargaan dari DISLITBANG TNI AD. Mereka adalah Muhammad Izzuddin Shofar dan Havez Vazirani Al Kautsar dengan karya pesawat tanpa awak dengan tambahan teknologi telemetri. Karya mereka berhasil meraih juara 2 dan berhak mendapatkan hadiah sebesar 35 juta rupiah.

Dari proposal yang terkumpul kemudian disaring oleh dewan Juri sehingga dipanggillah 12 tim dari berbagai daerah dan Universitas terkemuka di Indonesia. 12 tim itu berasal dari Universitas Gajah Mada (2 tim), Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Malang, Universitas Telkom Bandung, Universitas Palangkaraya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Sekolah Tinggi Sandi Negara Bogor dan tentu saja dari UNIVERSITAS DIPONEGORO, ada juga alumni dari Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November.

12 tim tersebut kemudian dijadwalkan presentasi pada hari Kamis dan Jum’at tanggal 14-15 November 2013 di Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat yang beralamat di Jalan Matraman Raya Jakarta Timur. Urutan presentasi diambil dengan cara diundi, dan dipresentasikan di depan 9 juri yang datang dari berbagai lembaga. Diantaranya adalah Prof Dr.Ir. Suwarno M.T (Dekan Elektro ITB), DR. Hery Mochtady M. Eng (PT. PINDAD), Dr. Ir. Abdul Aziz, M.Sc, Dr. Bambang Widiyatmoko M. Eng (LIPI) dan Letkol Arh Drs. S. Imam Santoso M.T (LEMJIANTEK), Kolonel Inf Hidayat S. (TNI AD).

“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan juara 2, untuk menjadi 6 besar saja  saya pikir sudah merupakan keberuntungan. Karena awalnya  waktu ngirim proposal saya iseng aja.  Apalagi ketika kami tahu bahwa  yang mengikuti lomba ini beberapa merupakan alumni, bahkan ada tim yang diketuai langsung oleh seorang dosen” kata Izuddin, mahasiswa asal Bajarnegara ini.

“Karya yang kami kirimkan ke lomba ini adalah sebuah pesawat tanpa awak yang mampu memonitoring daerah yang ada dibawahnya melalui kamera yang dipasang di pesawat tersebut dan mengirimkan videonya secara real-time. Pesawat ini juga dilengkapi dengan GPS yang memungkinkan operatornya selalu mengetahui posisi pesawat ini kemanapun terbangnya. Adanya GPS membuat pesawat ini bisa dioperasikan secara autopilot lewat software yang ada di PC operator. Pesawat ini dilengkapi dengan sistem komunikasi yang menggunakan radio frekuensi 915Mhz dan mengirimkan data dari pesawat secara terus-menerus. Data lain yang dikirim merupakan konsentrasi gas beracun yang diambil dari sensor gas yang terpasang di pesawat tersebut” imbuh Izuddin.

Tiba hari Jum’at 13 Desember 2013, saat pembukaan hari Juang Kartika di KODAM V Brawijaya Surabaya. Di Upacara pembukaan Kepala Staff Angkatan Darat (KASAD) memberikan langsung hadiah secara simbolis kepada perwakilan tiap tim yang telah menjadi juara pada lomba ini. Pada Hari Juang Kartika ini dipamerkan semua Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AD. Serta berbagai divisi dalam TNI AD seperti Explosive Ordnance Disposal (EOD), NUBIKA, KOPASSUS,KOSTRAD dan perusahaan rekanan TNI AD seperti Pindad.

Mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Kuat” acara pameran ini dibuka untuk umum sehingga tak hanya dari kalangan TNI saja yang bisa melihat dan berkeliling di area pameran ini. 5 hari penuh acara tersebut selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik anak-anak, muda-mudi, sampai orang tua.

Menurut Dede salah seorang Teknisi dari EOD yang mampir di stand kami mengatakan bahwa karya kami bagus, dan bisa dikembangkan lagi dengan bekerja sama dengan lembaga lain seperti NUBIKA. Sehingga nantinya pesawat tanpa awak ini bisa mendeteksi senjata-senjata kimia yang digunakan untuk perang. Karena pada zaman modern ini telah banyak digunakan senjata yang bersifat kimia dan merusak secara perlahan, sehingga diperlukan detektor yang bisa dikontrol dari jarak jauh tanpa membahayakan personil TNI itu sendiri.

Menurut Sekretaris Dislitbang TNI AD yang mewakili Kadislitbang saat penutupan acara mengatakan bahwa karya-karya yang telah menjuarai event ini tidak akan berhenti begitu saja. Nantinya peserta yang juara tersebut akan dipanggil lagi untuk mengembangkan alat tersebut bersama DISLITBANG TNI AD.

Sumber : Singgih Wibowo (Mahasiswa Fisika)