Peralatan Generator Ozon Untuk Pencucian dan Penyimpanan Produk Pertanian

Banyak hasil pertanian di Indonesia membutuhkan suatu sistem yang dapat memperpanjang masa simpan dengan tetap menjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen. Pemanfaatan teknologi ozon dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpan hasil pertanian dengan tetap menjaga kualitasnya. Center For Plasma Research, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro dan PT. Dipo Technologi telah melakukan riset dan penelitian yang pada akhirnya menciptakan Generator Ozon untuk Penyimpanan Produk Pertanian.

Dr. Muhammad Nur, DEA dari Fakultas Sains dan Matematika Undip sebagai pengagas produk ini menjelaskan bahwa sistem dapat menghilangkan jamur, bakteri, dan pestisida dengan cara pencucian produk pertanian dengan air berozon dan penirisan dengan udara berozon. “Sistem yang terdiri dari generator ozon, pelarutan ozon ke dalam air, konveyor dan sistem penyemprotan air berozon dan pengeringan produk hotikultura serta tempat penyimpanan berupa cold storage” ujarnya. “Hasil pengujian juga menunjukkan  bahwa cabai yang telah mendapatkan perlakuan dalam sistem ozonisasi dan penyimpanan dapat terjaga kualitasnya dalam waktu yang lama, lebih dari tiga bulan” lanjutnya. Alat penyimpanan ini, kata Dekan Fakultas Sains dan Matematika Undip, Prof. Dr. Widowati, S.Si, M.Si diharapkan menjadi produk unggulan yang dihasilkan oleh Undip sebagai universitas riset.

Alat penyimpanan ini kemudian diserahkan secara simbolis oleh Rektor Undip yang diwakili oleh Wakil Rektor  Bidang Riset dan Inovasi,  Prof. Dr. Ir Ambariyanto MSc  kepada Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Whitono, M.Si., Kamis (22/12) di Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro. Produk ini direncanakan akan digunakan oleh kelompok tani Aspakusa Makmur Desa Teras Kec. Teras Kab. Boyolali.