Undip Ciptakan Alat Deteksi Ketinggian Air di Runway Bandara

Para pakar dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginisiasi kerja sama dengan PT Angkasa Pura I. Perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) antar tiga lembaga ini berlangsung Jumat (3/11) di Crowne Plaza Hotel Semarang.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro, dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menandatangani naskah kerja sama itu.  Hadir Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof Dr Ambariyanto MSc. 

Senior Project FSM Undip Dr Agus Subagio SSi MSi mengatakan, kerja sama ini terkait dengan penelitian dan penggunaan aplikasi teknologi informasi alat pengukur ketinggian air di permukaan landas pacu (runway) dalam peningkatan keselamatan operasi penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang.

''KNKT dan PT Angkasa Pura I meminta kami menyediakan tenaga ahlinya untuk perancangan dan pembuatan sistem tersebut. Setelah uji coba selanjutnya akan diimplementasikan di bandara,'' katanya.

Danang S Baskoro mengakui keberadaan air di landasan Bandara Ahmad Yani memang perlu dipantau. ''Runway yang tergenang air saat hujan membuat roda pesawat mengambang dan dapat tergelincir. Penyebabnya  pesawat kehilangan kontrol dan ini membahayakan keselamatan penumpang, karena bisa terjadi kecelakaan,'' jelasnya.

Kondisi tersebut membutuhkan informasi terkait dengan sistem peralatan monitoring untuk memantau kondisi air.  ''Pada akhirnya PT Angkasa Pura I, KNKT dan Undip berkomitmen merancang dan membuat alat monitoring tersebut. Jika berhasil akan dipasang juga pada 13 bandara lain,'' jelasnya.

Yos Johan menegaskan, kerja sama ini diharapkan membantu keselamatan dalam dunia penerbangan. Wakil Dekan Riset dan Inovasi, FSM Undip yang juga inisiator kerja sama,  Sapto P Putro MSi PhD mengatakan, fakultas itu di bawah kepemimpinan Dekan Prof Dr Widowati MSi  berupaya terus menghasilkan inovasi yang bisa dimanfaatkan industri, BUMN dan pemda. 

Dalam waktu dekat akan dilaksanakan aplikasi teknologi alat rekam atau black box untuk memantau aktivitas pengemudi angkuatan darat untuk mengurangi risiko kecelakaan. Hal ini menggandeng KNKT dan Puslit Kemenhub. Selain itu dirancang aplikasi alat pendeteksi angin (lower wind shear) di landasan pacu bandara.

Category: Berita Terkini