FSM Undip Kembangkan Aplikasi Pengukur Ketinggian Air

SEMARANG, suaramerdeka.com - Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip memperbanyak riset untuk dapat diterapkan di tengah masyarakat. Salah satu penelitian  unggulan mereka yakni dikembangkankannya penggunaan aplikasi teknologi alat pengukur ketinggian air di permukaan landasan pacu (runway standing water) sehubungan keselamatan operasi penerbangan.

''Riset ini bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tak kurang penelitian ini bagian mendukung Undip memasuki era perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH),'' tutur Dekan FSM Prof Dr Widowati, didampingi Wakil Dekan IV (Riset dan Inovasi) Sapto P Putro PhD, Senin (4/3).

Mereka dijumpai usai menggelar pertemuan dengan perwakilan PT Angkasa Pura I dan KNKT, di Kampus Undip, kompleks Tembalang.

Forum itu mengundang staf ahli bidang penerbangan KNKT Mashuri serta ICT Planning and Governance Senior Manager PT Angkasa Pura I Amir Mahmud. Selain itu hadir ilmuan dan peneliti Undip yakni Ketua Tim Pengembangan Aplikasi, Dr Agus Subagio, Dr Kusworo, serta Dr Aris Puji.

Sensor Canggih

Agus Subagio mengatakan, riset ini menciptakan alat untuk memantau level air dari curah hujan dan rob, di landasan pacu bandara. Aplikasi itu juga dilengkapi dengan sensor canggih yang akan beroperasi secara otomatis ketika muncul genangan air.

Sensor yang terpasang akan memberikan sinyal dan data kepada petugas, sehingga bisa ditentukan situasi aman, waspada atau bahaya. Deteksi dini semacam ini diinginkan bisa memberikan panduan untuk lalu lintas penerbangan baik yang akan mendarat maupun lepas landas. Alat ini juga akan diujicoba di Bandara Ahmad Yani Semarang setelah sekian lama dibuat simulasi dalam bentuk purwarupa.

Mashuri menyatakan, jika aplikasi ini berjalan baik, pihaknya berkeinginan bandara yang lain bisa menggunakannya. Terlebih jika kemudian dihitung terdapat penghematan dari membeli alat serupa dari luar negeri.

''KNKT menjadi salah satu pihak yang mendorong kondisi transportasi udara di Indonesia senantiasa aman, lancar, dan terjamin keselematannya. Aplikasi ini tentunya sangat penting untuk dapat dipasang di bandara mana saja,'' jelas dia.

Amir Mahmud, memberikan apresiasinya atas peran KNKT yang telah memfasilitasi riset ini. Sebab keselamatan penerbangan menjadi hal utama untuk masyarakat. Jika alat sudah layak digunakan, maka akan segera dipasang.

Sapto Putro menambahkan, inovasi para peneliti FSM ini bagian dari komitmen, menjawab permasalahan di negeri ini. Anak bangsa, kata dia, harus bisa mempersembahkan inovasi terbaik sebagai usaha pemecahan masalah.

 

sumber: suaramerdeka.com

Category: Berita Terkini