Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) terus mengembangkan inovasi berbasis bahan alam dengan menindaklanjuti kerja sama strategis bersama PT St. Morita Farma. Setelah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 5 Februari 2025, FSM Undip kini fokus pada riset lanjutan dalam pemanfaatan teknologi bahan alam untuk kosmetik dan kesehatan.

Peran ilmu kimia dalam pengembangan produk berbasis bahan alam semakin krusial, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk alami yang aman dan berbasis ilmiah. Dengan kekayaan biodiversitas yang dimiliki Indonesia, FSM Undip melihat peluang besar untuk menciptakan produk inovatif yang tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga global.

Kelompok Penelitian Bahan Alam dan Bioorganik di Program Studi Kimia FSM Undip telah menjadi pusat utama dalam riset dan pengembangan produk berbasis sains. Kelompok ini telah berhasil memperoleh berbagai paten hasil penelitian, termasuk paten “Formula Penurun Gula Darah dan Memperbaiki Fungsi Ereksi” yang merupakan sinergi kefir, purwoceng (Pimpinella alpina Molk), dan cabai jawa (Piper retrofractum Vahl). Selain itu, mereka juga memiliki paten terkait isolasi senyawa kurkumin berkualitas tinggi yang dapat digunakan dalam formulasi produk kesehatan dan kosmetik.

Dalam kerja sama dengan PT St. Morita Farma, FSM Undip berfokus pada pemanfaatan teknologi liposom berbasis minyak kelapa dalam formulasi produk perawatan rambut. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas bahan aktif alami dalam produk kosmetik dan kesehatan yang dikembangkan.

FSM Undip juga memiliki berbagai produk komersial berbasis bahan alam di bawah merek NatPro, seperti Purwoceng Teh Celup, Kelapa Kopyor dalam kemasan botol, dan VCO Rasa Strawberry untuk anak-anak. Produk-produk ini menunjukkan bagaimana hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dekan FSM Undip, Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendorong inovasi dan hilirisasi produk berbasis bahan alam. Dengan dukungan fasilitas penelitian canggih seperti Thin Layer Chromatography-Mass Spectrometry (TLC-MS), Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS), Nuclear Magnetic Resonance (NMR), dan X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS), FSM Undip siap menjadi pusat pengembangan riset bahan alam yang berkontribusi bagi industri dan masyarakat luas.

Ke depan, FSM Undip berencana untuk terus memperkuat sinergi dengan industri dan pemerintah dalam mendorong transisi dari produk berbasis empiris menuju produk berbasis ilmiah yang terstandarisasi. Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam riset dan inovasi produk berbahan alam di kancah internasional.

Berita selengkapnya mengenai kolaborasi ini juga telah diliput oleh Kompas dan dapat dibaca melalui tautan berikut: Kompas.id

[Humas FSM]

× How can I help you?