Workshop Pemutakhiran Modul Praktikum Bioteknologi 2025, Mantapkan Mutu Pembelajaran Berbasis Laboratorium

Semarang, 26 November 2025 – Program Studi Bioteknologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro menyelenggarakan Workshop Pemutakhiran Modul Praktikum Bioteknologi 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran berbasis laboratorium. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan ini difokuskan pada peninjauan struktur praktikum, penyelarasan capaian pembelajaran, serta penyusunan modul yang lebih adaptif terhadap perkembangan pesat ilmu bioteknologi.

Workshop dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Bioteknologi, Dr. Sri Pujiyanto, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pemutakhiran modul praktikum menjadi kunci untuk memastikan lulusan bioteknologi memiliki kompetensi yang relevan dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun riset. Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari Dekan Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T., yang secara resmi membuka acara dan menyampaikan arahan mengenai pentingnya peningkatan berkelanjutan dalam pengelolaan praktikum.

Sebagai penguat substansi akademik, workshop ini dimoderatori oleh Irfan Anwar Fuzan, S.Si., M.Si., dengan menghadirkan Prof. Bambang Cahyono, MS sebagai narasumber utama. Prof. Bambang memaparkan secara komprehensif prinsip penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan modul praktikum yang selaras dengan standar kurikulum. Materi yang disampaikan memberikan panduan sistematis bagi dosen dalam merancang praktikum yang terukur, terarah, dan berorientasi pada capaian kompetensi, sehingga modul yang dihasilkan tidak hanya rapi secara administratif tetapi juga kuat dari sisi substansi.

Momentum workshop ini menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan capaian terbaru Program Studi Bioteknologi yang baru saja meraih Akreditasi Unggul dari LAMSAMA pada 24 November 2025. Predikat tersebut menjadi energi positif bagi sivitas akademika untuk terus menguatkan kualitas pembelajaran, baik pada ranah teoritis maupun keterampilan praktis. Pemutakhiran modul praktikum diposisikan sebagai salah satu wujud komitmen untuk menjaga dan meningkatkan standar mutu setelah pencapaian akreditasi tersebut.

Sejalan dengan pengembangan modul, Program Studi Bioteknologi juga melakukan peningkatan fasilitas laboratorium secara signifikan. Berbagai instrumen baru telah melengkapi ruang praktikum, antara lain Real-Time PCR, NanoDrop Spectrophotometer, Vertical Electrophoresis, Refrigerated Centrifuge, Microplate Reader, Microcentrifuge suhu ruang, Spin Down, Horizontal Electrophoresis, Bioreaktor 10 L, Spray Dryer, Mikroskop Stereo, Freeze Dryer, dan Ultrasonic Homogenizer. Kehadiran peralatan ini memungkinkan mahasiswa mengalami proses praktikum yang lebih kontekstual, mendekati praktik riset dan industri bioteknologi terkini.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, modul praktikum yang diperbarui diharapkan tidak hanya mutakhir dari sisi materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengembangan riset. Mahasiswa dapat berlatih menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan di laboratorium penelitian maupun industri, sehingga kesiapan kompetensi mereka semakin kuat saat memasuki dunia profesional.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Program Studi Bioteknologi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Pembelajaran yang tidak sekadar menyampaikan konsep, tetapi juga memampukan mahasiswa untuk berlatih, bereksperimen, dan berinovasi.