Universitas Diponegoro Kukuhkan Prof. Triwindarti sebagai Guru Besar Bidang Kimia Material untuk Kesehatan Tulang

Universitas Diponegoro menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Pengukuhan Guru Besar pada Kamis, 29 Januari 2026, di Gedung Prof. Soedarto. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan, dan disiarkan melalui kanal YouTube Undip TV Official.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu dosen dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Triwindarti, S.Si., M.Si. sebagai Guru Besar di bidang Kimia. Beliau merupakan akademisi dari Departemen Kimia FSM UNDIP dengan fokus riset pada pengembangan material kalsium fosfat untuk aplikasi biomedis, khususnya kesehatan tulang.

Prof. Triwindarti menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Kimia Universitas Diponegoro, kemudian meraih gelar magister dan doktor di bidang Kimia dari Universitas Gadjah Mada. Dalam perjalanan karier akademiknya, beliau menempuh jenjang jabatan mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga dikukuhkan sebagai Profesor pada akhir tahun 2025. Kontribusi ilmiahnya mencakup buku akademik, publikasi pada jurnal nasional dan internasional, serta berbagai kekayaan intelektual.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Semen Kalsium Fosfat untuk Meningkatkan Kepadatan Tulang Osteoporosis,” Prof. Triwindarti menyoroti tantangan serius osteoporosis yang menyebabkan tulang menjadi rapuh akibat ketidakseimbangan antara pembentukan dan degradasi tulang. Kondisi ini banyak dialami oleh perempuan usia lanjut akibat penurunan hormon estrogen.

Beliau menjelaskan bahwa osteoporosis menjadi persoalan kesehatan yang semakin penting di Indonesia seiring meningkatnya populasi usia lanjut. Patah tulang akibat osteoporosis dapat menimbulkan nyeri kronis, penurunan kualitas hidup, hingga risiko kematian dini, serta memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Sebagai solusi, riset yang dikembangkan berfokus pada semen injeksi berbasis kalsium fosfat sebagai material pengisi tulang. Material ini dirancang agar mampu berintegrasi dengan jaringan tulang dan secara bertahap bertransformasi menjadi tulang baru melalui aktivitas sel osteoblas dan osteoklas.

Pengembangan dilakukan melalui sintesis hidroksiapatit dan beta-trikalsium fosfat termodifikasi yang diperkaya komponen aktif seperti kitosan dan kurkumin. Selain meningkatkan kepadatan tulang, material ini juga dirancang memiliki sifat antibakteri, antioksidan, serta berfungsi sebagai sistem penghantaran obat (drug delivery system).

Modifikasi menggunakan silika dan substitusi unsur serium dilakukan untuk meningkatkan stabilitas struktur dan kekuatan mekanik. Hasil penelitian menunjukkan biokompatibilitas yang baik serta aktivitas antibakteri yang menjanjikan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat material medis untuk terapi osteoporosis.

Sebagai penutup, Prof. Triwindarti menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, lembaga riset, dan industri farmasi agar inovasi ini dapat dikembangkan hingga tahap aplikasi klinis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset dalam mendukung layanan kesehatan masyarakat.

FSM UNDIP menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan berharap pengukuhan Guru Besar dapat semakin memperkuat kontribusi FSM dalam pengembangan ilmu kimia material dan riset biomedis. Momentum ini juga menjadi bagian dari komitmen FSM UNDIP dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.