Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro terus memperkuat capaian World Class University (WCU) melalui penyelenggaraan Program Postdoctoral/Sabbatical Internasional bersama Advanced Medical & Dental Institute (IPPT) Universiti Sains Malaysia (USM). Program yang berlangsung pada 27 Oktober hingga 7 November 2025 ini menghadirkan Dr. Choirul Anam dari Departemen Fisika FSM UNDIP sebagai peneliti utama, berkolaborasi dengan Dr. Noor Diyana Osman dari IPPT USM. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan dan pemanfaatan perangkat lunak IndoQCT untuk pengujian kualitas citra CT Scan secara objektif, terukur, dan sesuai standar internasional

Rangkaian kegiatan dimulai pada 27 Oktober 2025 dengan sesi penyambutan dan pertemuan resmi bersama Dekan FSM, diikuti diskusi awal dengan Ketua Departemen Fisika. Agenda kemudian berlanjut pada 28 Oktober 2025 dengan pembahasan mendalam mengenai detectability index menggunakan human observer model. Pada tahap ini, para peneliti mengkaji pendekatan Visual Grading Assessment (VGA), Receiver Operating Characteristic (ROC), dan Alternative Forced Choice (AFC) sebagai dasar penilaian kualitas citra medis. Pada 29 Oktober 2025, diselenggarakan guest lecture mengenai teknologi mamografi yang diikuti sivitas akademika, memberikan pemutakhiran pengetahuan terkait sistem pencitraan payudara dan standar keselamatan pasien.

Diskusi teknis dilanjutkan pada 30 Oktober 2025 dengan fokus pada detectability index berbasis model observer (MO), mencakup Non Pre-Whitening (NPW) dan Channelized Hotelling Observer (CHO) yang banyak digunakan dalam riset fisika medis mutakhir. Pada 31 Oktober 2025, kegiatan diisi dengan general lecture mengenai dosimetri radiologi diagnostik bagi fisikawan medis, yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara kualitas citra dan dosis radiasi yang diterima pasien. Sesi ini menjadi ruang refleksi ilmiah mengenai bagaimana pengukuran dosis dan kualitas citra saling terkait dalam praktik klinis sehari-hari.

Memasuki pekan berikutnya, pada 3 November 2025 diskusi diarahkan pada advanced model observer (AMO), khususnya pengembangan Non Pre-Whitening with Eye Filter (NPWE) yang berupaya mendekatkan model komputasi dengan karakteristik sistem visual manusia. Pada 4 November 2025, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan laboratorium ke pusat riset smart material yang dikoordinasikan oleh Prof. Heri Sutanto, terutama untuk pengembangan phantom, dan ke pusat riset plasma yang dikembangkan bersama Prof. Muhammad Nur. Kunjungan ini memperlihatkan kapasitas riset FSM UNDIP dan membuka peluang riset interdisipliner antara fisika medis, material maju, dan teknologi plasma.


Pada 5 November 2025, kembali diselenggarakan guest lecture mengenai teknologi CT yang membahas perkembangan terkini sistem CT Scan dan tantangan peningkatan kualitas citra. Sehari kemudian, 6 November 2025, agenda difokuskan pada diskusi detectability index menggunakan IndoQCT, sekaligus penyusunan desain penelitian terstruktur untuk studi detectability berbasis IndoQCT. Puncak program berlangsung pada 7 November 2025 dengan sesi khusus untuk merumuskan arah kolaborasi riset jangka panjang bersama para dosen, termasuk rencana penyusunan publikasi bersama dan agenda penelitian lanjutan di bidang fisika medis.
Sepanjang program, IndoQCT menjadi perangkat utama dalam menguji kualitas citra CT Scan secara terstandar. Studi postdoctoral ini berhasil menunjukkan bahwa IndoQCT memiliki potensi kuat sebagai aset teknologi nasional untuk penjaminan mutu (Quality Assurance) citra medis, sekaligus mendukung pemenuhan standar internasional. Hasil-hasil diskusi dan eksperimen yang dilakukan selama 27 Oktober–7 November 2025 telah menghasilkan luaran ilmiah berupa naskah artikel yang siap disubmit ke jurnal internasional bereputasi, memperkuat kontribusi publikasi FSM UNDIP di kancah global.
Keberhasilan penyelenggaraan Program Postdoctoral WCU ini menjadi capaian kolektif bagi Departemen Fisika dan FSM UNDIP secara keseluruhan. Melalui pemanfaatan teknologi lokal seperti IndoQCT yang dikembangkan sendiri, diperkuat oleh jejaring kolaborasi internasional yang solid, UNDIP menegaskan posisinya sebagai institusi yang aktif melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan. FSM UNDIP akan terus mendorong riset kolaboratif, pengembangan kapasitas dosen dan peneliti, serta hilirisasi hasil penelitian sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mewujudkan fakultas yang berdaya saing global, berkontribusi bagi masyarakat, dan mendukung visi Universitas Diponegoro sebagai universitas kelas dunia yang berdampak.