Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (FSM UNDIP) menyelenggarakan Workshop Strategi Pencapaian QS World University Rankings by Subject 2026: Penguatan Reputasi, Publikasi dan Kolaborasi pada 21–22 November 2025 di Prime Plaza Hotel Salatiga. Kegiatan ini dihadiri pimpinan fakultas, ketua departemen, ketua program studi, TPMF, serta operator MBKM, IKU, dan tracer study yang berperan dalam penguatan data dan reputasi akademik fakultas.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FSM, Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T., yang menekankan pentingnya peningkatan publikasi internasional terindeks Scopus sebagai fondasi utama reputasi akademik fakultas. Beliau menggarisbawahi bahwa capaian publikasi FSM yang tercatat dalam berbagai kuartil masih perlu terus diperkuat, dan mendorong setiap departemen serta program studi untuk memetakan capaian sekaligus menyusun strategi pengembangannya ke depan. Prof. Kusworo juga meminta para ketua departemen dan ketua program studi menyelaraskan target SKP dengan rencana peningkatan mutu, memanfaatkan potensi yang ada di masing-masing departemen, dan memperkuat budaya kolaborasi riset. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar workshop ini menjadi ruang konsolidasi untuk melihat kekuatan internal fakultas dan melahirkan strategi yang lebih terarah.

Setelah sesi pembukaan, para ketua departemen memaparkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Renstra dan WCU 2025 beserta arah strategis menuju target 2026. Presentasi tersebut memotret perkembangan masing-masing departemen terkait publikasi, luaran mahasiswa, kerja sama, dan indikator reputasi lain yang mendukung kinerja fakultas. Melalui diskusi yang mengikuti paparan, peserta workshop mengidentifikasi tantangan utama di tiap departemen dan merumuskan langkah tindak lanjut, sehingga strategi pencapaian IKU dan WCU dapat diimplementasikan secara lebih sistematis dan terukur.

Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU selaku Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP menyampaikan materi mengenai peningkatan QS World University Rankings by Subject untuk rumpun ilmu sains dan matematika. Beliau menjelaskan metodologi penilaian QS yang mencakup komponen academic reputation, employer reputation, citations per paper, H-index, serta international research network, dan menekankan arti penting masing-masing indikator bagi posisi lembaga di tingkat global. Dalam paparannya, Prof. Hadiyanto juga menjelaskan ambang jumlah publikasi (paper threshold) yang harus dipenuhi agar suatu institusi dapat masuk dalam penilaian QS by Subject dan memetakan lima bidang ilmu FSM—Statistika, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi—yang tercakup dalam skema tersebut. Penjelasan ini memberikan gambaran konkret mengenai langkah yang perlu ditempuh program studi, khususnya dalam peningkatan produktivitas publikasi dan kolaborasi riset internasional.
Pada akhir hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan kerja mandiri MBKM dan tracer study oleh masing-masing program studi. Sesi ini dimanfaatkan untuk memperbarui data, menyelaraskan pelaporan dengan kebutuhan fakultas, dan memastikan indikator yang terkait dengan mobilitas mahasiswa serta penelusuran alumni dapat tercatat dengan baik. Pemutakhiran data secara terstruktur diharapkan memperkuat basis informasi yang menjadi pijakan perencanaan strategis dan pelaporan IKU maupun WCU.

Kegiatan pada hari kedua berlanjut dengan paparan panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026 oleh Prof. Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D. Materi yang disampaikan mencakup ketentuan umum dan teknis penyusunan proposal, mekanisme pendanaan, serta arah kebijakan riset dan pengabdian yang mendukung prioritas institusi dan penguatan reputasi akademik. Setelah rangkaian sesi selesai, kegiatan ditutup oleh Dekan FSM yang kembali menegaskan bahwa berbagai indikator reputasi, termasuk peringkat QS, pada akhirnya sangat bergantung pada kekuatan publikasi dan jejaring riset. Beliau berharap peningkatan kualitas publikasi, kerja sama internasional, dan tata kelola data akan mampu mendorong capaian WCU FSM UNDIP ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan workshop dua hari ini, FSM UNDIP meneguhkan komitmen sebagai fakultas yang unggul dalam riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Penguatan strategi pencapaian IKU, WCU, dan QS by Subject tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan reputasi di tingkat nasional dan internasional, tetapi juga untuk memastikan bahwa seluruh departemen dan program studi terus memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan masyarakat luas.