FSM UNDIP Terima Kunjungan Benchmarking dari Sekolah Pascasarjana ITB untuk Penguatan Kolaborasi Pendidikan Fisika Medik

Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (FSM UNDIP) menerima kunjungan benchmarking dari Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin Institut Teknologi Bandung (SPITM ITB) pada Kamis, 22 Januari 2026 di Gedung Acintya Prasada lantai 4. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus penjajakan kerja sama dalam pengembangan pendidikan fisika medis di Indonesia.

Dekan FSM UNDIP Prof. Dr. Kusworo Adi, S.Si., M.T. membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kunjungan SPITM ITB dan harapan agar kegiatan benchmarking dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Menurutnya, kerja sama antar perguruan tinggi menjadi pendorong penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Dekan SPITM ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., M.Si., Ph.D. menjelaskan bahwa studi banding ini menjadi bagian dari upaya SPITM ITB untuk memperluas wawasan mengenai penyelenggaraan pendidikan fisika medis di Indonesia, termasuk tata kelola program, lingkungan akademik, serta dukungan institusional yang diperlukan dalam implementasinya. Beliau menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung dari pengalaman FSM UNDIP yang telah menyelenggarakan pendidikan profesi fisikawan medik.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai sudut pandang mengenai kebutuhan penyelenggaraan pendidikan profesi fisika medis. Dosen Fisika Medik FSM UNDIP Prof. Dr. Drs. Wahyu Setia Budi, M.S., F.Med. menuturkan bahwa salah satu aspek mendasar dalam pendidikan profesi adalah kesiapan sumber daya manusia baik dari sisi akademik maupun klinis, serta keberadaan fasilitas pendukung seperti perangkat pembelajaran dan laboratorium.

Ketua Program Studi Pendidikan Fisika Medik FSM UNDIP Dr. Choirul Anam, S.Si., M.Si., F.Med. turut memaparkan pengalamannya terkait mekanisme pelaksanaan program profesi, kurikulum, dan pengelolaan pembelajaran. Beliau menekankan pentingnya memastikan proses akademik berjalan sejalan dengan kebutuhan profesi dan standar kompetensi yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Fisika Medis Indonesia (AIPFMI) Dr. rer. nat. Freddy Haryanto, S.Si., M.Si. memberikan pandangan mengenai potensi kerja sama antar institusi dalam penguatan ekosistem pendidikan fisika medis nasional. Menurut beliau, komunikasi dan sinergi antar perguruan tinggi serta rumah sakit akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan profesi fisikawan medik di Indonesia.

Menutup kunjungan, Dekan FSM UNDIP menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan benchmarking yang berjalan hangat dan informatif. Beliau berharap pertukaran pengalaman dan diskusi yang terjadi dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dalam penguatan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

FSM UNDIP berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal bagi inisiasi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang. Melalui sinergi yang positif antar perguruan tinggi, FSM UNDIP berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan fisika medis di Indonesia.