Bangkit dari Tantangan, Tsaqif Muhammad Arkan Kini Berkarier sebagai Analis SDM di BPKP

Tsaqif Muhammad Arkan, lulusan S1 Informatika FSM UNDIP angkatan 2019, berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2024 dan kini berkarier sebagai CPNS dengan jabatan Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta. Perjalanan Tsaqif menjadi salah satu gambaran bahwa ketekunan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa seseorang pada peluang karier yang baik.

Selama menjadi mahasiswa Informatika UNDIP, Tsaqif lebih banyak berfokus pada kegiatan akademik. Meski tidak terlalu aktif dalam organisasi, ia tetap mengembangkan diri melalui perannya sebagai asisten praktikum di beberapa mata kuliah. Selain itu, ia juga pernah mengikuti pelatihan machine learning dalam program kolaborasi internasional. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan teknis dan cara berpikirnya selama menempuh studi.

Di balik perjalanannya, Tsaqif juga sempat menghadapi masa yang tidak mudah. Ia pernah kehilangan fokus dan motivasi, terutama saat menjalani praktik kerja lapangan dan menyusun skripsi. Kondisi kesehatan keluarga yang membutuhkan perhatian, ditambah rasa kurang percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri, sempat membuat langkahnya tertahan. Namun, dengan dukungan teman-teman dan arahan dosen pembimbing, ia mampu bangkit dan akhirnya menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari lima tahun.

Setelah lulus, Tsaqif mulai mencoba berbagai peluang karier, termasuk mengikuti seleksi CPNS. Pada awalnya, ia belum memiliki gambaran pasti mengenai instansi yang akan dipilih. Hingga akhirnya, ia mencoba mendaftar di BPKP. Proses seleksi yang panjang dan kompetitif menjadi tantangan tersendiri, apalagi dengan jumlah pendaftar yang jauh lebih besar dibandingkan formasi yang tersedia. Sistem penempatan di berbagai wilayah Indonesia juga menjadi hal yang menambah tantangan dalam proses tersebut.

Di tengah berbagai keterbatasan dan keraguan, Tsaqif tetap berusaha menjalani setiap tahapan seleksi sebaik mungkin. Dukungan keluarga dan doa menjadi kekuatan yang terus menyertainya selama proses itu berlangsung. Usahanya pun membuahkan hasil. Ia dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh penempatan di Kantor Pusat BPKP di Jakarta. Setelah menjalani masa orientasi, Tsaqif resmi diangkat sebagai CPNS pada Mei 2025.

Saat ini, Tsaqif bertugas sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Pertama. Meski latar belakang pendidikannya bukan berasal dari bidang pemerintahan, ia terus belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru. “Ilmu yang saya peroleh selama di Informatika UNDIP, terutama dalam hal pemecahan masalah, logika berpikir, dan ketelitian, sangat membantu dalam menghadapi berbagai proses seleksi CPNS yang membutuhkan kemampuan analisis dan konsistensi tinggi, serta dalam keseharian pekerjaan saya,” ujar Tsaqif.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman sebagai asisten praktikum turut melatih kemampuan komunikasi dan pemahaman konsep secara lebih terstruktur. Dalam pekerjaannya saat ini, kemampuan teknis di bidang komputer juga dinilai cukup relevan untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala operasional dan meningkatkan efisiensi kerja.

Selama masa kuliah, Tsaqif juga mencatat sejumlah pengalaman dan pencapaian yang memperkaya perjalanannya. Ia berkesempatan menjadi asisten praktikum pada beberapa mata kuliah Informatika, mengikuti pelatihan machine learning dalam program COIL Programme, serta menjadi anggota tim artikel ilmiah yang diunggah di IEEE dengan judul Efficient Computation of Mandelbrot Set Generation with Compute Unified Device Architecture (CUDA). Salah satu pencapaian terbesarnya adalah berhasil lolos seleksi CPNS dan diterima di BPKP.

Bagi Tsaqif, perjalanan yang dijalani mungkin terlihat sederhana, namun tetap penuh makna. Pengalaman selama kuliah, tantangan pribadi, hingga proses seleksi kerja yang panjang membuatnya semakin memahami pentingnya konsistensi dan ketekunan dalam meraih tujuan.

Kepada mahasiswa FSM UNDIP, Tsaqif berpesan agar tidak merasa kecil hati bila merasa dirinya biasa saja. “Tidak semua orang harus memiliki perjalanan yang luar biasa untuk bisa berhasil. Jika kamu merasa dirimu biasa saja, itu tidak apa-apa. Fokuslah pada konsistensi, selesaikan apa yang sudah kamu mulai, dan terus belajar meskipun perlahan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan bisa datang dari hal-hal yang tidak terduga, seperti yang ia alami saat mengikuti seleksi CPNS. Karena itu, setiap proses kecil yang dijalani selama masa kuliah tetap penting untuk dihargai karena dapat menjadi bekal berharga saat memasuki dunia profesional yang kompetitif.