Berawal dari Nol, Cahyo Adhi Hartanto Kini Berkarier sebagai IT Manager di Bank Syariah Indonesia

Cahyo Adhi Hartanto, alumni S1 Informatika FSM UNDIP angkatan 2015 yang lulus pada tahun 2019, kini berkarier sebagai IT Manager (Decision Engine Technical Specialist) di Bank Syariah Indonesia, Jakarta. Perjalanan Cahyo menunjukkan bahwa keterbatasan di awal bukanlah penghalang untuk berkembang. Dengan tekad kuat dan kemauan untuk terus belajar, ia mampu menapaki perjalanan akademik dan profesional hingga berada pada posisinya saat ini.

Saat pertama kali masuk Informatika pada tahun 2015, Cahyo mengaku belum memiliki kemampuan coding sama sekali. Kondisi itu sempat membuatnya ingin keluar dari jurusan Informatika. Namun, pada tahun 2016 ia memutuskan untuk bertahan dan menyelesaikan apa yang telah ia mulai. “Saya berpikir untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai,” ungkap Cahyo. Keputusan itu menjadi titik balik penting dalam perjalanannya.

Sejak saat itu, Cahyo mulai belajar coding secara otodidak melalui berbagai sumber, termasuk YouTube. Upaya belajarnya terus berkembang hingga pada semester tiga ia mulai mendalami pengembangan aplikasi mobile, khususnya Android. Dalam prosesnya, Cahyo sempat merasa kehabisan ide untuk terus mengembangkan aplikasi Android. Dari situ, ia kemudian memutuskan untuk beralih mendalami bidang artificial intelligence, yang akhirnya terus ia tekuni hingga lulus kuliah.

Menjelang sidang akhir S1, Cahyo juga mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi untuk menambah pengalaman dan mengasah kemampuannya. Langkah tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Ia berhasil meraih Juara 1 Anforcom 2017, Juara 1 CSIC 2018, serta Medali Perak Penang Innovation 2019. Berbagai pencapaian itu menjadi bagian penting dari proses pengembangan dirinya selama masa kuliah.

Setelah menyelesaikan studi S1, Cahyo mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia dengan mendalami bidang yang telah ia tekuni sejak masa sarjana. Perjalanan akademik tersebut kemudian berlanjut hingga membawanya memasuki dunia kerja profesional di bidang teknologi perbankan. Kini, ia meniti karier di Bank Syariah Indonesia sebagai IT Manager (Decision Engine Technical Specialist), sebuah posisi yang mencerminkan konsistensinya dalam menekuni bidang teknologi informasi.

Menurut Cahyo, ilmu dan pengalaman selama di FSM UNDIP cukup membantu sebagai bekal dasar dalam perjalanan kariernya. Namun, ia menilai bahwa mahasiswa juga tetap perlu memiliki inisiatif untuk mendalami bidang yang diminati secara mandiri. Dasar-dasar yang diperoleh di bangku kuliah, bila dibarengi dengan pembelajaran otodidak dan kemauan untuk terus berkembang, dapat menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di dunia kerja.

Kepada mahasiswa FSM UNDIP saat ini, Cahyo menyampaikan pesan agar tidak mudah menyerah terhadap pilihan yang sudah diambil. “Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan memiliki tekad kuat. Tidak perlu disesali apa yang sudah menjadi pilihan. Setiap pilihan memiliki jalan terbaiknya masing-masing yang kita tidak ketahui ujungnya akan bermuara dalam kebaikan yang luar biasa indah,” pesannya. Perjalanan Cahyo menjadi salah satu contoh bahwa proses belajar tidak selalu berjalan mulus sejak awal. Namun, dengan ketekunan, keberanian untuk beradaptasi, dan komitmen untuk terus mencoba, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.