Wardah Kamilia Zulfa, alumni S1 Biologi Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP angkatan 2020 yang lulus pada tahun 2024, kini tengah meniti karier yang gemilang sebagai Quality Control Leader di PT Nulab Pharmaceuticals Indonesia (Guardian Pharmatama Group) yang berlokasi di Kota Tangerang. Di industri farmasi yang menuntut standar kualitas, ketelitian, dan integritas tinggi ini, ia memegang tanggung jawab besar dalam pengujian mikrobiologi, kimia, dan fisik. Pengujian tersebut dilakukan baik pada packaging material maupun finished goods guna memastikan seluruh produk konsisten memenuhi standar farmakope, regulasi, serta sistem mutu perusahaan secara komprehensif.
Perjalanan kariernya saat ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses pengembangan kapasitas diri yang konsisten sejak masa perkuliahan. Sebagai seorang alumni program akselerasi di jenjang SMA, Wardah sempat menghadapi tantangan tersendiri dalam beradaptasi di lingkungan akademik kampus yang kompetitif. Namun, tantangan tersebut justru membentuk resiliensi, intellectual maturity, serta dorongannya untuk terus bertumbuh. Komitmen kuatnya pada akhirnya mengantarkan ia lulus dengan predikat cumlaude dan mengantongi berbagai pengalaman profesional yang selaras dengan minatnya di bidang sains, riset, dan industri farmasi.
Salah satu pencapaian akademik Wardah yang paling luar biasa semasa kuliah adalah keberhasilannya menyelesaikan proyek riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertaraf magister yang ia jadikan sebagai topik skripsi S1, dan diselesaikan hanya dalam waktu sekitar enam bulan. Penelitian tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut bersama para Peneliti Ahli Muda BRIN hingga berhasil dipublikasikan pada International Journal of Biological Macromolecules. Publikasi bergengsi tersebut berjudul “A Novel Thermostable Class 3 L-asparaginase from Arthrobacter psychrolactophilus: Characterization and Potency Against MDA-MB-231 Breast Cancer Cells”. Penelitian ini memiliki novelty (kebaruan) yang kuat dalam pengembangan biomolekuler, khususnya terkait eksplorasi enzim terapeutik yang berpotensi diaplikasikan pada terapi kanker.

Bagi Wardah, FSM UNDIP memiliki kontribusi yang sangat fundamental dalam membentuk kapasitas akademik dan profesionalnya. FSM tidak hanya memberikan fondasi ilmiah yang kuat di bidang biologi dan laboratorium, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, scientific reasoning, serta kemampuan adaptif yang kini terbukti sangat relevan dengan dinamika dunia kerja profesional.
Selama menjadi mahasiswa, ia tidak hanya sibuk di ruang kelas. Wardah sangat aktif mematangkan dirinya melalui berbagai posisi strategis, seperti menjadi Expert Staff Senat Mahasiswa FSM, PIC Medical Team pada ajang Olimpiade Olahraga tingkat Universitas Diponegoro (Olimdipo), pembicara dalam acara Career Talk oleh Kesma BEM FSM, hingga menjadi asisten Laboratorium Mikrobiologi untuk kelas International Undergraduate Program (IUP). Selain itu, ia juga memperluas professional exposure melalui program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di BPOM RI sebagai Food Safety Auditor, serta di BRIN sebagai Research Intern Laboratory Genomic. Kombinasi antara fondasi akademik dan multidisciplinary exposure inilah yang menjadi bekal krusialnya hingga dipercaya memegang posisi Quality Control Leader saat ini.
Menutup kisah inspiratifnya, Wardah mengutip sebuah kalimat dari Vincent van Gogh, “Great things are not done by impulse, but by a series of small things brought together.” Kepada para mahasiswa FSM UNDIP, ia berpesan bahwa masa perkuliahan adalah waktu terbaik untuk membangun kompetensi, memperluas pengalaman, dan mengembangkan karakter diri. “Jangan ragu untuk mencoba berbagai peluang di luar ruang kelas, baik melalui organisasi, penelitian, kompetisi, maupun internship, karena setiap pengalaman akan memberikan nilai dan perspektif baru untuk perjalanan karier ke depannya,” tegasnya. Wardah juga mengingatkan bahwa konsistensi, intellectual growth, dan keberanian menghadapi tantangan adalah fondasi utama masa depan. Di saat yang sama, menjaga nilai spiritual dan kedekatan dengan Sang Pencipta adalah hal yang tak kalah penting dalam membentuk arah hidup, clarity, serta integritas diri.