Pilih Laman

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), melakukan pengabdian di Kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Adapun temanya adalah ‘Pemberdayaan masyarakat pesisir untuk meningkatkan sistem budidaya modern di kawasan zona pemanfaatan Karimunjawa.’

Sedangkan target pengabdian masyarakat FSM adalah siswa SMK Negeri 1 Karimunjawa, dan telah dilaksanakan pada 25 sampai 28 Mei, bertempat di aula SMK N 1 Karimunjawa.

Tim FSM, bidang Ilmu Biologi ini diketuai oleh Prof. Drs. Sapto P. Putro, M.Si., Ph.D. Dengan anggota terdiri dari Prof. Dr. Widowati, S.Si, M.Si, Farikhin, S.Si., M.Si., Ph.D, Prof. Kusworo Adi, M.Si dan Satriyo Adhy, S.Si., M.T.

Ketua tim Prof Sapto P Putro mengatakan, pengabdian masyarakat yang dilakukan di pesisir Karimunjawa merupakan kegiatan untuk meningkatkan sektor perikanan karena potensinya yang sangat besar. Di sisi lain, permintaan yang dihasilkan dari pertumbuhan sektor perikanan diprediksi akan menjadi pemacu bagi pembangunan ekonomi negara-negara yang memiliki potensi maritim yang melimpah, termasuk Indonesia.

Lebih lanjut Prof Widowati mengatakan, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menerapkan pratek budidaya ramah lingkungan yang mampu meningkatkan hasil produksi budidaya ikan sistem polikultur dan mengurangi resiko ativitas budidaya terhadap lingkungan perairan.

”Dengan melibatkan siswa SMK Negeri 1 Karimunjawa, maka mereka akan mengetahui dan memahaminya. Selain itu, kami juga mensosialisasikan terkait pemahaman pentingnya praktek budidaya yang ramah lingkungan dengan tetap menjaga daya dukung lingkungan. Selain itu, juga melakukan aplikasi biomonitoring dengan menggunakan pendekatan data abiotik dan biotik untuk manajemen lingkungan perairan berkelanjutan, dan memberikan informasi ilmiah.

Khususnya keanekaragaman jenis biota kawasan Kepulauan Karimunjawa dan kondisi kualitas perairan untuk menentukan daya dukung lingkungan, dan memberikan sumbangan pikiran bagi penentu kebijakan pusat dan daerah dengan menyediakan dokumen blue print pengembangan industri ekowisata bahari di kawasan Kepulauan Karimunjawa berwawasan lingkungan,’’ jelas Prof Widowati yang merupakan Dekan FSM Undip ini.

Sementara itu menurut Satriyo Adhy, pengembangan teknik biomonitoring penting dilakukan dalam upaya mendukung pembangunan kawasan kepulauan dalam perspektif jangka panjang. ‘’Dan ini, bisa dilakukan dengan melibatkan pelajar sejak dini,’’ jelasnya, Jumat (27/5/2022).

Adapun aplikasi sains dan teknologi yang ditawarkan adalah sistem budidaya modern di kawasan zona budidaya Karimunjawa, yang berdasar pada ecological engineering dan environmental management.

‘’Sistem tersebut menjadi alternatif yang lebih efisien untuk menggantikan sistem budidaya konvensional. Kelebihan-kelebihan tersebut tetap memerhatikan keramahan lingkungan aktivitas budidaya. Budidaya yang ramah lingkungan penting untuk mengurangi limbah ke lingkungan perairan,’’ jelasnya.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 1 Karimunjawa Patto Prawansyah, S.ST.Pi, mengatakan pemahaman wawasan tentang budidaya modern ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK-nya.

”Sehingga ke depan kami mengharapkan tindak lanjut atau action dan kerjasama bidang pendidikan bersama FSM Undip,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilanjutkan dengan praktek langsung budidaya sistem IMTA di ordinat Keramba Jaring Apung Bulat Bertingkat (KJABB) sistem Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) Undip, meliputi praktek pemberian pakan, pengambilan sampel sedimen dengan Ekman Grab, serta pengukuran parameter kualitas air secara in situ. she

sumber:  Jatengdaily.com