Universitas Diponegoro Kukuhkan Prof. Ngadiwiyana sebagai Guru Besar Bidang Modifikasi Senyawa dan Polimer Organik

Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Pengukuhan Guru Besar yang berlangsung di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro. Acara yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026 ini turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Undip TV Official.

Dalam kesempatan tersebut, FSM mengukuhkan Prof. Dr. Ngadiwiyana, S.Si., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Modifikasi Senyawa dan Polimer Organik. Beliau merupakan akademisi dari Departemen Kimia dengan kontribusi yang konsisten dalam pengembangan material polimer ramah lingkungan.

Prof. Ngadiwiyana menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister pada Program Studi Kimia Universitas Gadjah Mada, serta meraih gelar doktor pada Program Studi Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Sepanjang karier akademiknya, beliau menempuh jenjang jabatan mulai dari Asisten Ahli (2002), Lektor (2007), Lektor Kepala (2013), hingga dikukuhkan sebagai Profesor pada tahun 2025. Dalam bidang keilmuan, Prof. Ngadiwiyana telah menghasilkan buku ilmiah, puluhan publikasi pada jurnal nasional maupun internasional, serta kekayaan intelektual yang mendukung inovasi riset di Departemen Kimia FSM UNDIP.

Pada orasi ilmiahnya yang berjudul “Transformasi Eugenol dari Minyak Cengkeh menjadi Polimer Organik Fungsional sebagai Material Pelapis Ramah Lingkungan untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan,” Prof. Ngadiwiyana menyoroti tantangan global terkait ketergantungan pada polimer berbasis minyak bumi yang sulit terurai serta menyumbang emisi karbon. Menurutnya, pemanfaatan biomassa terbarukan, khususnya eugenol yang berasal dari minyak cengkeh, membuka peluang pengembangan material berkelanjutan yang berkinerja tinggi dan aman bagi lingkungan.

Indonesia merupakan salah satu produsen cengkeh terbesar di dunia, namun kontribusi riset dan hilirisasi produk berbasis cengkeh masih tertinggal dibandingkan negara lain. Melalui pendekatan green chemistry, eugenol dapat dimodifikasi menjadi polimer organik fungsional yang memiliki sifat antibakteri, antioksidan, serta anti korosi. Karakteristik tersebut menjadikan material polimer eugenol potensial untuk diaplikasikan pada industri kesehatan, kemasan pangan, hingga pelapisan logam. Selain itu, pengembangan polimer berbasis biomassa dinilai mampu mendukung agenda keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Prof. Ngadiwiyana juga menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemerintah diperlukan untuk memperkuat hilirisasi material biomassa dan menjembatani kebutuhan standarisasi serta regulasi. Optimalisasi sumber daya lokal melalui inovasi polimer berkelanjutan diharapkan menjadi kontribusi strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia di bidang teknologi material.

FSM UNDIP menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan berharap pengukuhan Guru Besar dapat memperkuat kontribusi akademik, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional, khususnya dalam bidang kimia material dan teknologi berkelanjutan.