Perpustakaan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro menyelenggarakan Workshop Teknik Parafrase untuk Menghindari Plagiarisme pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Gedung G Lantai 2 FSM UNDIP. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mendukung peningkatan keterampilan akademik, khususnya dalam penulisan karya ilmiah, laporan, dan tugas akhir secara etis serta bertanggung jawab.
Workshop menghadirkan Sugeng Priyanto, S.S., M.IP., pustakawan UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, sebagai narasumber. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FSM UNDIP, Prof. Dr. Ngadiwiyana, S.Si., M.Si., yang menyampaikan bahwa perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peminjaman buku, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pengembangan keterampilan. Melalui pelatihan semacam ini, perpustakaan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika serta mendorong tumbuhnya kebiasaan menulis yang baik dan membawa dampak positif di lingkungan fakultas.
Sambutan juga disampaikan oleh Koordinator Akademik dan Kemahasiswaan FSM UNDIP, Oki Ade Putra, M.Si. Beliau menekankan pentingnya pemahaman mengenai plagiarisme dan teknik parafrase yang tepat agar mahasiswa mampu menulis karya ilmiah dengan baik. Beliau berharap materi yang diperoleh dalam workshop ini dapat diterapkan di lingkungan FSM UNDIP, khususnya dalam proses penyusunan tugas akhir, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan lancar dan terhindar dari persoalan akademik yang tidak diinginkan.


Dalam sesi materi, workshop menghadirkan Sugeng Priyanto, S.S., M.IP., pustakawan UPT Perpustakaan dan UNDIP Press, sebagai narasumber. Beliau memaparkan sejumlah poin penting terkait teknik parafrase akademik yang benar, pemanfaatan Turnitin secara etis, serta pentingnya memahami hasil similarity secara cermat dalam penulisan ilmiah. Menurutnya, laporan similarity perlu dipahami sebagai alat bantu untuk menelaah tingkat kesamaan naskah, bukan sekadar angka yang harus ditekan. Peserta juga diajak memahami pentingnya sitasi yang benar, perbedaan antara kutipan langsung dan parafrase, serta langkah-langkah praktis untuk mengurangi similarity, seperti memilih topik yang lebih spesifik, memperkuat literature review, menggunakan reference manager, dan melakukan parafrase dengan tetap mempertahankan makna sumber.
Selain itu, narasumber juga menekankan beberapa langkah praktis untuk membantu menurunkan tingkat kesamaan tulisan, antara lain memilih topik yang lebih spesifik, memperkuat telaah pustaka, memanfaatkan perangkat manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero, serta menyusun parafrase yang tetap mempertahankan makna sumber tanpa menyalin susunan kalimat aslinya. Materi tersebut memberikan bekal yang relevan bagi peserta untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih tertib, berkualitas, dan menjunjung tinggi integritas akademik. Melalui workshop ini, Perpustakaan FSM UNDIP kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan literasi informasi dan keterampilan akademik. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai etika penulisan ilmiah sekaligus membangun budaya akademik yang lebih jujur, kritis, dan bertanggung jawab di lingkungan FSM UNDIP.