Merantau ke Sumatra Utara, Muhammad Rizal Adam Raih Karier sebagai Management Trainee di Unilever Oleochemical Indonesia

Muhammad Rizal Adam, alumni S1 Kimia FSM UNDIP angkatan 2021 yang lulus pada tahun 2025, kini meniti karier sebagai Management Trainee di Unilever Oleochemical Indonesia, Sumatra Utara. Perjalanan Rizal menuju dunia kerja menunjukkan bahwa keberanian mencoba, kesiapan diri, dan kemauan untuk terus berkembang bisa membawa seseorang pada peluang yang tidak selalu datang dari tempat yang dekat atau sudah direncanakan sejak awal.

Setelah menyelesaikan sidang skripsi dan sambil menunggu wisuda, Rizal memilih untuk langsung bergerak menyiapkan diri masuk ke dunia profesional. Ia mulai menyusun CV dan memperbaikinya dengan bantuan para senior yang lebih dulu bekerja. Dari proses itu, ia merasa lebih siap untuk menghadapi persaingan di dunia kerja. Selama kurang lebih dua bulan, Rizal mengirim lamaran ke berbagai kota seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, dan daerah lainnya. Jumlah lamaran yang ia kirim bahkan mencapai ratusan. Dalam proses tersebut, ia menghadapi berbagai situasi, mulai dari lamaran yang tidak mendapat balasan, proses rekrutmen yang berhenti di tengah jalan, hingga wawancara yang belum membuahkan hasil.

Kesempatan besar kemudian datang saat Rizal melihat lowongan kerja di Unilever dengan penempatan di Sumatra Utara. Awalnya, jarak menjadi hal pertama yang terlintas di pikirannya. Namun, ia memilih untuk tetap mencoba. Keputusan itu justru membawanya pada salah satu tantangan terbesar dalam proses rekrutmen yang pernah ia hadapi. Mulai dari psikotes, wawancara, hingga leaderless group discussion (LGD) yang seluruhnya dilakukan dalam bahasa Inggris, semua menjadi pengalaman yang menguji kesiapan dan kepercayaan dirinya.

Meski sempat merasa hasil akhirnya tidak akan berpihak padanya, Rizal justru mendapat kabar baik yang tidak terduga. Ia menerima offering letter dan resmi bergabung di Unilever Oleochemical Indonesia sebagai Management Trainee pada departemen Quality. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa kesempatan terbaik kadang datang dari tempat yang awalnya terasa paling jauh.

Dalam perjalanannya, Rizal juga membawa bekal penting dari masa kuliah di FSM UNDIP. “Sejak awal kuliah sampai lulus, saya selalu percaya bahwa kimia adalah jembatan untuk menjelaskan banyak hal di kehidupan. Dari fenomena sederhana yang kita lihat sehari-hari sampai proses yang kompleks di industri, semuanya tidak lepas dari aksi dan reaksi,” ungkap Rizal. Bagi dirinya, masa kuliah bukan hanya soal menyelesaikan mata kuliah, tetapi juga tentang memahami bagaimana ilmu bisa diterapkan dalam kehidupan dan dunia kerja.

Rizal juga mengungkapkan bahwa ia beruntung mendapatkan bimbingan dari dosen yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan banyak pelajaran hidup. Menurutnya, ilmu saja tidak cukup tanpa dibarengi cara berpikir yang baik, sikap yang tepat, dan ketekunan dalam menjalani proses. Selain itu, lingkungan akademik di FSM UNDIP, mulai dari fasilitas yang memadai hingga dosen-dosen yang kompeten di berbagai bidang, turut membuka wawasannya tentang luasnya peluang pengembangan ilmu.

Tidak hanya dari sisi akademik, Rizal juga menilai bahwa lingkungan pertemanan dan pengalaman berorganisasi selama kuliah menjadi salah satu hal paling berharga yang ia bawa hingga sekarang. Kebersamaan, saling menghargai, dan kebiasaan untuk saling membantu menjadi bekal penting dalam membangun karakter dan menghadapi dunia kerja yang dinamis. Baginya, masa kuliah adalah fase untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi realitas profesional.

Salah satu pencapaian yang pernah diraih Rizal selama kuliah adalah memperoleh Insentif PKM GFT 2022. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan diri yang ikut memperkaya perjalanan akademik dan profesionalnya.

Kepada mahasiswa FSM UNDIP, Rizal berpesan agar masa kuliah tidak dijalani secara biasa-biasa saja. “Jangan sampai masa kuliah cuma kuliah pulang, kuliah pulang saja. Coba cari kegiatan lain yang bikin diri berkembang. Tidak harus selalu organisasi, tapi pastikan selama kuliah kamu punya nilai lebih, entah itu skill, pengalaman, relasi, atau cara berpikir,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Menurut Rizal, justru dari kegagalan seseorang bisa belajar, mengenali kekurangan diri, dan tumbuh menjadi lebih kuat. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk berani mencoba banyak hal, memanfaatkan kesempatan baru, dan menjadikan masa kuliah sebagai waktu untuk membentuk diri sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja.