Mendalami Fisika Medis dan Proteksi Radiasi: Perjalanan Karier Falya Giyassal hingga Menjadi Business Development Specialist

Falya Giyassal, alumni S1 Fisika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP angkatan 2018 yang lulus pada tahun 2022, kini meniti karier yang inspiratif sebagai Business Development Specialist for Radioactive Source Project di PT Besindo Medi Prima, Jakarta. Kiprahnya di dunia fisika medis dan pemanfaatan zat radioaktif membuktikan bahwa konsistensi serta pendalaman pada keilmuan spesifik dapat membuka peluang karier yang luar biasa, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Langkah awal Falya di dunia profesional sebenarnya sudah dipupuk sesaat setelah ia menyelesaikan sidang skripsi. Berbekal pengalamannya di kampus sebagai asisten dosen penguji berkualifikasi (Quality Assurance) untuk berbagai peralatan radiologi diagnostik dan intervensional seperti CT Scan, Fluoroskopi, Dental, Mammografi, serta radiologi konvensional, ia telah memiliki landasan keahlian praktis yang kuat. Berkat rekam jejak tersebut, sebuah tawaran pekerjaan menghampirinya melalui platform LinkedIn dari Canon Medical Devices Indonesia (PT Murti Indah Sentosa). Di sana, ia dipercaya sebagai Quality Assurance Specialist sekaligus petugas proteksi radiasi di bidang fisika medis, sebuah peran yang membuka kesempatannya untuk berjejaring dengan banyak ahli dari dalam maupun luar negeri.

Kariernya terus berkembang dinamis hingga ia bergabung dengan PT Besindo Medi Prima. Dalam posisinya saat ini, Falya memegang peranan krusial untuk proyek-proyek yang berkaitan erat dengan sumber radioaktif. Ruang lingkup pekerjaannya mencakup pengurusan perizinan, pemanfaatan, hingga pergantian sumber radioaktif di Indonesia. Hebatnya lagi, ia secara aktif menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah tingkat nasional maupun internasional terkait proses produksi dan pemanfaatan sumber radioaktif khususnya untuk jenis Cobalt 60 dan Cesium 137 di bidang kesehatan maupun industri.

Sepanjang perjalanan kariernya yang terbilang melesat dengan cepat, Falya telah menorehkan deretan pencapaian yang membanggakan. Ia berperan penting dalam pengadaan sumber radioaktif di beberapa rumah sakit skala nasional di Indonesia. Falya juga pernah menjadi delegasi sebagai petugas proteksi radiasi dalam instalasi pesawat sinar-X di kawasan tambang nasional Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kompetensinya pun telah tervalidasi secara profesional melalui berbagai sertifikasi nasional dan internasional terkait pemanfaatan dosimetry di bidang radiologi diagnostik, serta sertifikasi nasional khusus penanganan sumber radioaktif.

Melihat kembali ke masa perkuliahannya, Falya menilai bahwa ilmu yang ia pelajari di FSM UNDIP terbukti sangat dibutuhkan di lapangan. Karena pekerjaannya bersinggungan langsung dengan pemanfaatan sumber radiasi dan zat radioaktif, fondasi keilmuan dan kurikulum dari kampus sangat membantunya untuk terus bertahan, beradaptasi, dan mengikuti setiap perkembangan teknologi di industri yang ia geluti saat ini.

Kepada para mahasiswa FSM UNDIP, Falya menitipkan pesan yang penuh semangat agar selalu mengejar passion yang sesuai dengan diri masing-masing. “Jadikan kampus menjadi tempat kamu berkembang dan menemukan jati diri. Jangan malu untuk belajar dan membantu, karena setiap usaha kecil yang dilakukan tidaklah akan sia-sia di masa depan,” pesannya.