Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro menyelenggarakan Workshop Pengembangan RPS Berbasis Active Learning pada Kamis, 21 Mei 2026, bertempat di Ballroom Hotel Antawirya Horison Inn Tembalang, Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan kualitas pembelajaran di lingkungan FSM UNDIP melalui penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE) dan pendekatan pembelajaran aktif.
Workshop ini diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), perwakilan dosen dari masing-masing program studi, serta tim terkait di lingkungan FSM UNDIP. Setiap program studi diminta menyiapkan salah satu RPS mata kuliah yang dilengkapi dengan tugas berbasis Case-Based Learning (CBL), Problem-Based Learning (PBL), atau Project-Based Learning (PjBL) untuk dibahas dan mendapatkan masukan selama kegiatan berlangsung.

Materi utama disampaikan oleh Dr. Ir. Naniek Utami Handayani, S.Si., M.T. dari LP2MP Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, disampaikan bahwa penyusunan RPS berbasis OBE perlu memperhatikan keterkaitan antara capaian pembelajaran, aktivitas pembelajaran, dan asesmen. Ketiganya harus dirancang secara jelas agar proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada pencapaian kompetensi mahasiswa.
Melalui pendekatan Student Centered Learning (SCL), mahasiswa ditempatkan sebagai pusat proses pembelajaran. Pendekatan ini menekankan pembelajaran aktif, pemahaman mendalam, serta peningkatan tanggung jawab dan kemandirian mahasiswa dalam proses belajar. Dalam konteks tersebut, CBL, PBL, dan PjBL menjadi metode yang relevan untuk mendorong mahasiswa menganalisis kasus, memecahkan masalah terbuka, serta menghasilkan produk atau solusi melalui kegiatan proyek.


Kegiatan workshop tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga praktik penyusunan dan peninjauan RPS dari berbagai program studi. Beberapa contoh yang dibahas antara lain mata kuliah Metode Pengukuran Fisis dari S1 Fisika, Biosistematika dari S1 Biologi, Basis Data dari S1 Informatika, Analisis Regresi Nonparametrik dari S1 Statistika, Pestisida Mikroba-Pengendalian Hayati dari S1 Bioteknologi, Biokimia Medik dari S2 Kimia, serta beberapa mata kuliah dari program studi lainnya.
Dalam sesi pembahasan, masing-masing program studi memperoleh masukan terkait kesesuaian metode active learning dengan karakteristik mata kuliah, kesiapan mahasiswa, kedalaman materi, bentuk penugasan, serta kelengkapan rubrik penilaian. Beberapa masukan penting yang ditekankan antara lain perlunya memperjelas pengantar masalah, menyusun rubrik secara lebih rinci, menyesuaikan beban tugas dengan jenjang mahasiswa, serta memilih metode pembelajaran yang paling sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah.

Salah satu output utama dari kegiatan ini adalah tersusunnya rancangan tugas berbasis active learning pada mata kuliah yang dipilih oleh setiap program studi. Rancangan tersebut mencakup deskripsi kegiatan pembelajaran, subcapaian pembelajaran, studi kasus atau proyek, tugas mahasiswa, pertanyaan berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), format laporan atau presentasi, serta rubrik penilaian. Dengan demikian, RPS yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi panduan pembelajaran yang lebih aplikatif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Melalui workshop ini, FSM UNDIP menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis capaian pembelajaran dan pengalaman belajar mahasiswa. Penerapan active learning diharapkan dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Sebagai output kegiatan, setiap program studi mempresentasikan hasil pengembangan RPS untuk memperoleh masukan dari tim LP2MP sebagai bahan penyempurnaan dan implementasi pembelajaran ke depan.