Menembus ODP Bank BTN: Perjalanan Adaptif Kharisma Andini Putri Menjadi Core Banking Development Specialist

Kharisma Andini Putri, alumni S1 Informatika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP angkatan 2021 yang lulus pada tahun 2025, kini tengah meniti karier sebagai Pegawai BUMN di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Ia mengemban tanggung jawab sebagai Assistant Manager di kantor pusat yang berlokasi di Jakarta Pusat. Langkah profesionalnya ini membuktikan bahwa lulusan baru (fresh graduate) memiliki daya saing yang kuat di tengah ketatnya seleksi program perbankan.

Setelah lulus dari FSM UNDIP, Kharisma mulai mencari dan mendaftar pekerjaan di berbagai bidang yang masih berkaitan dengan jurusan serta kemampuannya. Selama masa pencarian kerja tersebut, ia terus berusaha meningkatkan kapasitas diri baik secara teknis maupun soft skills. Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan, mengerjakan proyek mandiri, dan memperkaya pengalaman pengembangan diri agar lebih matang menghadapi realitas dunia kerja.

Berbagai persiapan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika ia diterima sebagai peserta Officer Development Program (ODP) di Bank BTN, yang sekaligus menjadi pekerjaan pertamanya pascalulus. Pada awalnya, Kharisma berasumsi bahwa program ODP mayoritas akan diisi oleh sesama lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal berbeda, karena ia menyadari banyak rekan seperjuangannya ternyata sudah memiliki pengalaman kerja dan berasal dari latar belakang yang sangat kompetitif.

Situasi kompetitif tersebut sempat menjadi tantangan tersendiri bagi Kharisma, terutama dalam hal membangun rasa percaya diri dan kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional. Tantangan semakin bertambah ketika ia diberi amanah untuk mengisi posisi Core Banking Development Specialist. Posisi strategis ini mengharuskannya mempelajari banyak hal dari awal, mengingat ia sebelumnya belum memiliki pengalaman spesifik terkait bahasa pemrograman dan sistem perbankan. Ia harus dengan cepat menguasai alur bisnis perbankan, memahami sistem core banking, hingga memelajari bahasa pemrograman khusus yang digunakan dalam pengembangan sistem tersebut.

Kondisi tersebut justru menjadi titik balik yang positif bagi Kharisma untuk terus memacu diri. Ia belajar untuk beradaptasi dengan ritme yang cepat sekaligus mengasah kemampuan problem solving, komunikasi, serta kerja sama tim dalam ekosistem perusahaan. Selama masa orientasi awal di Cikeas, ia bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai peserta dengan nilai tertinggi pada aspek mental dan kepribadian. Pencapaian di masa pelatihan kesamaptaan ini menjadi langkah awal yang sangat berkesan dan memberikannya dorongan motivasi serta kepercayaan diri yang besar untuk terus bertumbuh.

Sebelum memasuki dunia profesional, Kharisma juga telah membekali dirinya dengan berbagai pengalaman penting semasa kuliah. Ia pernah menjabat sebagai Capstone Team Lead dalam sebuah proyek pengembangan sistem berbasis teknologi. Selain itu, pengalamannya sebagai Database Management Laboratory Assistant sangat membantunya dalam menyeimbangkan pengembangan kemampuan teknis dan komunikasi.

Kharisma menyadari betul bahwa FSM UNDIP memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk landasan kariernya. Selama masa studi, ia tidak sekadar belajar teori di bidang teknologi dan data, tetapi juga dilatih untuk membentuk pola pikir logis, analitis, dan memiliki kemampuan memecahkan masalah. Pengalaman praktikum, kerja tim, keterlibatan dalam organisasi, dan berbagai proyek kampus sangat membantunya membentuk soft skills yang terbukti krusial saat ia harus mempelajari sistem core banking yang sebelumnya sama sekali asing baginya. Lingkungan belajar di FSM yang dinamis membuat Kharisma terbiasa untuk terus belajar, sehingga ia jauh lebih siap menghadapi tantangan kompetitif di luar kampus.

Kepada para mahasiswa FSM UNDIP, Kharisma berpesan agar tidak takut untuk mencoba hal baru dan berani keluar dari zona nyaman selama masa perkuliahan. Ia menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya berpatokan pada nilai akademik, melainkan juga menilai kemampuan seseorang untuk belajar, beradaptasi, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam sebuah tim. “Manfaatkan waktu kuliah untuk memperbanyak pengalaman, baik melalui organisasi, proyek, pelatihan, magang, maupun kompetisi. Semua pengalaman tersebut akan sangat membantu dalam membentuk karakter dan meningkatkan kesiapan menghadapi dunia profesional,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak pernah merasa minder atau takut bersaing, berkaca dari pengalamannya yang sempat merasa tertinggal dari rekan-rekan ODP lainnya. Kharisma sangat meyakini bahwa setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing. Selama ada kemauan untuk terus belajar, berusaha, dan berkembang, maka akan selalu ada peluang emas yang bisa diraih di masa depan.