Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (FSM UNDIP) menyelenggarakan Program Adjunct Professor pada 16–22 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan internasionalisasi akademik dan dukungan terhadap pencapaian Universitas Diponegoro sebagai World Class University (WCU). Program ini menghadirkan Prof. Dr. Natrah Fatin dari Department of Aquaculture, Faculty of Agriculture, Universiti Putra Malaysia (UPM), yang juga merupakan pendiri Algae-Biota Technology and Innovation Group (ALBIC), sebagai profesor tamu. Kegiatan turut melibatkan Prof. Dr. Razif Harun dari Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering UPM serta Drs. Imam Kadarisman, M.Si. selaku Komisaris Utama PT Rekayasa Agromarin Indonesia.
Ketua Tim Pelaksana Program Adjunct Professor, Prof. Dr. Sapto Purnomo, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas riset dan publikasi bereputasi, memperluas kolaborasi multidisiplin, serta mendukung pencapaian indikator kinerja Universitas Diponegoro di tingkat global. Selama tujuh hari pelaksanaan, berbagai kegiatan akademik, penelitian, inovasi, kolaborasi industri dan pemerintah, hingga diplomasi budaya berhasil diintegrasikan dalam satu rangkaian program yang saling mendukung.
Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Universitas Diponegoro, Center of Marine Ecology and Biomonitoring for Sustainable Aquaculture (Ce-MEBSA), PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Marine Science Techno Park (MSTP), hingga sejumlah kawasan budaya di Jawa Tengah. Program ini juga melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti, di antaranya Erwin Adriono dari Departemen Teknik Komputer Fakultas Teknik UNDIP yang berfokus pada penerapan Internet of Things (IoT) untuk akuakultur berkelanjutan, Dr. Fuad Muhammad, M.Si. dari Program Magister Ilmu Lingkungan UNDIP dengan bidang kajian coastal management dan marine ecology, serta Dr. Mohammad Abdur Rahman Miah, Associate Professor bidang Zoology sekaligus Assistant Director (Planning & Development) National Academy for Educational Management (NAEM), Dhaka.
Salah satu agenda utama dalam program ini adalah Manuscript Clinic yang memberikan pendampingan intensif kepada dosen dan mahasiswa pascasarjana dalam penguatan scientific novelty, metodologi penelitian, analisis data, kualitas penulisan akademik, hingga strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Melalui kegiatan tersebut, sejumlah draft manuskrip kolaboratif berhasil dipersiapkan untuk diajukan pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1. Program ini juga menjadi momentum penting dalam pengembangan kolaborasi riset internasional bertema Sustainable Use of Microalgae for Human Well-being dengan fokus kajian pada pangan fungsional berbasis mikroalga, bioteknologi akuakultur, biomonitoring lingkungan, circular bioeconomy, hingga pengembangan sistem akuakultur berkelanjutan.

Diskusi akademik yang berlangsung selama program menghasilkan rancangan publikasi bersama sekaligus kerangka awal proposal penelitian kolaboratif yang direncanakan akan diajukan pada berbagai skema hibah internasional, seperti UK Research and Innovation (UKRI), Toyota Foundation, The World Academy of Sciences (TWAS), Australia Research Council (ARC), Tanoto Foundation, dan berbagai lembaga pendanaan internasional lainnya. Dalam rangka mendukung internasionalisasi pembelajaran, Prof. Dr. Natrah Fatin juga menyampaikan kuliah tamu bertajuk “Applied Biology and Innovation to Support Sustainable Aquaculture” yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan peneliti. Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) serta pelatihan strategi publikasi ilmiah internasional yang memberikan wawasan mengenai perkembangan biologi terapan, inovasi teknologi akuakultur, dan pengembangan riset kolaboratif lintas negara.
Penguatan jejaring kemitraan berbasis pendekatan quadruple helix turut menjadi salah satu capaian strategis program ini. Bersama PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC), dilakukan pembahasan mengenai hilirisasi riset mikroalga, pengembangan fotobioreaktor, serta peluang kolaborasi penelitian, pendidikan, dan pendanaan internasional. Sementara itu, melalui kunjungan dan benchmarking ke BBPBAP Jepara, peserta program memperoleh wawasan mengenai berbagai fasilitas unggulan yang mendukung pengembangan sistem budidaya perikanan produktif dan berkelanjutan, mulai dari hatchery, unit pembenihan dan pembesaran ikan, produksi pakan alami, fasilitas produksi pelet, hingga infrastruktur budidaya modern.
Program Adjunct Professor ini juga menampilkan inovasi unggulan Universitas Diponegoro melalui kunjungan lapangan ke KJABB–Integrated Multi-Trophic Aquaculture (KJABB–IMTA) yang dikembangkan oleh Ce-MEBSA sebagai model budidaya laut modern berbasis pendekatan ekologi. Pada kesempatan tersebut dipaparkan penerapan konsep Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA), sistem Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kualitas lingkungan secara real-time, biomonitoring dan biosekuriti berbasis indikator biologis, serta rekayasa ekologi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Selain kegiatan akademik dan riset, program ini juga mengintegrasikan diplomasi budaya melalui kunjungan ke berbagai situs sejarah dan warisan budaya di Jawa Tengah sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mitra internasional.
Secara keseluruhan, Program Adjunct Professor FSM UNDIP berhasil memperkuat kolaborasi antara Universitas Diponegoro, Universiti Putra Malaysia, Ce-MEBSA, ALBIC, PT ALBITEC, dan BBPBAP Jepara, sekaligus meningkatkan kesiapan publikasi ilmiah internasional, memperluas jejaring pendanaan global, dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta masyarakat. Program ini juga melibatkan 25 mahasiswa S1 Biologi FSM UNDIP dari berbagai semester dan 4 mahasiswa perwakilan Department of Aquaculture, Fakultas Sains Perikanan dan Akuakultur (FSPA), Universiti Malaysia Terengganu (UMT) Malaysia.
Berita selengkapnya mengenai kegiatan ini telah diliput oleh media dan dapat dibaca melalui tautan berikut: